Bahaya! Ini Dampaknya Jika Sering Menunda Buang Air Kecil

  • Bagikan
Ini Dampaknya Jika Sering Menunda Buang Air Kecil
Ini Dampaknya Jika Sering Menunda Buang Air Kecil

CakrawalaSulsel – Menahan pipis atau menunda buang air kecil dapat memberikan dampak yang merugikan bagi tubuh. Terkadang seseorang tidak menyadari bahaya yang akan menimpanya jika keseringan menunda buang air kecil ketika disibukkan dengan pekerjaan.

Buang air kecil pada dasarnya adalah aktivitas alamiah dari setiap makhluk hidup untuk mengeluarkan limbah yang tidak diperlukan dari dalam tubuh. Bisa anda bayangkan, apa yang akan terjadi jika urine yang mengandung zat sisa berupa racun dan bakteri dibiarkan terlalu lama di dalam kandung kemih.

Tahukah anda? Kandung kemih orang dewasa dapat menampung setengah liter (dua gelas) urine sebelum anda merasa ingin mengeluarkannya. Tubuh anda akan mengetahui berapa banyak urine yang sudah ada di kandung kemih karena dipenuhi dengan reseptor mungil yang akan mengirim pesan ke otak apabila jumlahnya sudah mencapai kapasitas.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sembelit dengan Menggunakan Air Garam

Lalu, apa yang akan terjadi pada tubuh jika anda tidak langsung membuang air kecil?

Sesuatu yang akan terjadi adalah, bakteri dan virus tersebut akan akan berkembang biak lebih banyak. Maka dari itu, dampak yang sering kita temukan dalam kasus keseharian bagi orang yang suka menahan buang air kecil adalah rentan terinfeksi saluran kandung kemih.

Kondisi infeksi ini bisa bertambah buruk jika dibiarkan terlalu ke lama. Bahkan, infeksi ini juga dapat menjangkit ke organ yang lainnya seperti ginjal. Menurut Dr. Anthony Komaroff dari Harvard Medical School, infeksi ini diakibatkan oleh tidak terbuangnya urine yang mengandung banyak bakteri.

Selain itu, berikut ini adalah beberapa bahaya dari menahan untuk buang air kecil:

1. Pembengkakan kandung kemih

Rata-rata kandung kemih dapat menampung urine sampai 15 ons (satu perempat dari kebutuhan 1 liter/hari). Nah, tentunya dengan membiasakan diri untuk minum 8 gelas per hari (1 liter) dapat membuat tubuh cukup cairan. Namun, mengingat kandung kemih hanya menampung seperempat bagian cairan, maka secara rutin kita harus membuangnya dengan buang air kecil. Supaya tidak terjadi pembengkakan terhadap kandung kemih.

2. Batu ginjal

Batu ginjal adalah kondisi pengendapan natrium dan kalsium berlebih di ginjal. Jika mineral endapan ini tidak secara teratur terbuang dengan urin, maka mereka akan membentuk suatu endapan kita sebut dengan “batu ginjal”. Tentunya, kondisi ini pula yang menyebabkan rasa sakit ketika seseorang membuang urine nya.

3. Sistitis interstisial (IC)

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan. Gejalanya bahkan sangat buruk, yaitu dapat buang air secara berlebihan (60 kali per hari). Tentunya, akan membuat rasa sakit yang luar biasa.

4. Gagal ginjal

Adalah sebuah kondisi di mana ginjal gagal untuk menyaring racun dan limbah dari darah, kemungkinan besar penyakit ini disebabkan oleh infeksi. Gejalanya termasuk memar, feses berdarah, dan perubahan suasana hati. Dialisis bahkan transpantlasi ginjal dapat dilakukan untuk menangani kasus ini.

Itulah sebabnya, disarankan untuk buang air kecil setiap 3 jam sekali, meskipun anda sedang tidak kebelet buang air sekalipun. Saat menahan kencing terlalu lama, maka ketika anda hendak buang air kecil, urine akan dipaksakan keluar dengan sangat cepat. Kondisi ini bisa melemahkan atau memaksa kerja yang berlebihan pada otot dasar panggul. Hal tersebut bisa membuat otot dasar panggul jadi terlalu aktif, nyeri kandung kemih, atau mengalami inkontinensia urine. Selain itu, menahan pipis terlalu lama juga dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

(cs)

  • Bagikan