BMKG Beberkan Daftar Daerah Diguncang Gempa Gunungkidul

  • Bagikan
BMKG Beberkan Daftar Daerah Diguncang Gempa Gunungkidul
BMKG Beberkan Daftar Daerah Diguncang Gempa Gunungkidul

Jakarta, CakrawalaSulsel – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan daftar wilayah yang diguncang gempa selatan Yogyakarta, Senin (28/6) pagi.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa magnitudo 5.1 itu dirasakan di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunungkidul dalam skala intensitas III-IV MMI.

“Purworejo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Nganjuk dalam skala intensitas III MMI, Sleman, Yogyakarta dalam skala intensitas II-III MMI, Klaten, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Malang, dan Solo dalam skala intensitas II MMI,” ujar Daryono lewat pesan teks, Senin (28/6) pagi.

Sebagai informasi skala MMI adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa bumi, dengan rentang paling lemah (I)-paling kuat (XII).

Daryono mengatakan hingga pukul 05.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di selatan Yogyakarta.

Berdasarkan hasil pemodelan pun tidak menunjukkan adanya potensi tsunami. Hingga kini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Ia menjelaskan melihat guncangan (ground motion) yang sangat dianggap kuat itu, gempa selatan Yogyakara tampaknya berpusat di dalam lempeng (intraslab) pada kedalaman menengah, mirip dengan “gempa intraslab” selatan Malang pada 10 April dan 21 Mei 2021.

Di samping itu Daryono menjelaskan proses terjadinya gempa magnitudo 5.1 itu. Ia mengatakan gempa yang terjadi bukan gempa megathrust, karena tidak bersumber di bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

“Tetapi hiposenter gempa ini agak dalam memasuki Zona Benioff,” ujarnya.

Menurutnya zona megathrust adalah zona sumber gempa pada subduksi atau penunjaman lempeng landai dan masih dangkal, sedangkan Zona Benioff adalah zona sumber gempa pada slab lempeng yang tersubduksi lebih dalam dan sudah mulai menukik.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, kata Daryono, gempa itu berjenis gempa menengah, hal ini akibat adanya deformasi atau patahan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Pulau Jawa dengan mekanisme sumber pergerakan naik-mendatar (oblique thrust fault).

Episenter gempa di selatan Yogyakarta itu terletak pada koordinat 8,56 LS dan 110,58 BT, tepatnya di laut pada jarak 66 kilometer arah selatan Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta pada kedalaman 61 kilometer.

(cs)

  • Bagikan