Tuntunan Sholat Dhuha Juga Manfaat dan Waktu Pelaksanaannya

  • Bagikan
Tuntunan Sholat Dhuha serta Manfaat dan Waktu Pelaksanaannya
Tuntunan Sholat Dhuha serta Manfaat dan Waktu Pelaksanaannya

CakrawalaSulsel – Sholat Dhuha adalah sholat sunah yang dikerjakan saat mulai muncul matahari hingga menjelang waktu dzuhur atau pukul 12.00 siang. Sholat dhuha dilaksanakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Setelah kita melaksanakan sholat dhuha berarti kita sudah melaksanakan kewajiban bagi seluruh persendian kita untuk bertasbih kepada allah SWT, sebagaimana hadits:

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

Waktu Sholat Dhuha

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha adalah dari awal meningginya matahari sampai sebelum masuknya waktu dzuhur.

Waktu afdalnya atau waktu baiknya ¼ siang di saat matahari sangat panas, sekitaran pukul 09.00-11.00. Di saat meninggi dan memanas, di situ waktu terbaik untuk mengerjakan sholat dhuha.

Manfaat Sholat Dhuha

  • Pahalanya setara dengan bersedekah

Mengerjakan sholat dhuha pahalanya sama dengan bersedekah, sedekah yang dimaksud ada sedekah 360 sendi, orang muslim yang mengerjakan sholat dhuha akan mendapatkan pahala sebanyak persendian itu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka tiap kalai bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha.’’ (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

  • Dicukupi kebutuhannya

Sholat dhuha adalah sholat yang dilakukan untung memohon rezeki kepada Allah SWT. Allah SWT telah berjanji akan mencukupi kebutuhan hambanya yang selalu mengerjakan sholat dhuha setidaknya di sore atau di akhir hari.

Sebagaimana Allah SWT berfirman:

”Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni shalat dhuha), nanti akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya.”

  • Diberi rumah di surga

Orang yang senantiasa meluangkan waktunya untuk melakukan sholat dhuha 12 rakaat di awal hari akan dijanjikan oleh Allah yang akan diberikan rumah indah yang terbuat dari emas.

  • Dibuatkan pintu khusus di surga

Orang yang tekun melakukan sholat dhuha akan dibuatkan pintu khusus di surga yakni “pintu dhuha”.

Sesungguhnya di surga ada pintu yang disebut dengan Adh-Dhuha, nanti pada hari kiamat ada yang memanggil: “Siapa yang senantiasa menunaikan sholat Dhuha? Ini adalah pintu kalian, silakan masuk dengan rahmat Allah.”

Tata Cara Sholat Dhuha

Niat sholat dhuha:

Ushalli sunnatan dhuha rak’ataini lillahi ta’ala (Aku niat sholat dhuha dua rakaat karena Allah).

  • Takbirotul Ihram
  • Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah Was-Syamsi, wa dhuhaha
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca Surah Al-Fatihah
  • Membaca Surah Qul ya ayyuhal kafirun
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Membaca doa sholat dhuha.

Adapun doa sholat dhuha adalah seperti berikut:

“Allahumma innadhdhuha-a dhuha-uka, walbahaa-abahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwaatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqii fissamma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana harooman fa thohhirhu, wa inkaana ba’idan fa qoribhu, bihaqqidhuhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika, aatini maa ataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

(sc)

  • Bagikan