Tuntunan Sholat Istikharah Lengkap Niat dan Doanya

  • Bagikan
Tuntunan Sholat Istikharah Lengkap Niat dan Doanya
Tuntunan Sholat Istikharah Lengkap Niat dan Doanya

CakrawalaSulsel – Sholat istikharah adalah sholat sunat yang dikerjakan kapan saja. Sholat dua rakaat ini dikerjakan bagi orang yang hendak mengerjakan suatu perkara namun tidak tahu apa dan mana yang baik.

Sholat istikharah ini juga merupakan dimana ketika ingin meminta petunjuk, baik dari hal jodoh, pekerjaan hingga rencana yang membuat hati kita masih ragu untuk memilih jalan mana yang terbaik.

Sholat Istikharah ini bukan hanya sekedar melakukan saja, namun harus dilakukan dengan hati yang lapang.

Baca Juga: Ini Tata Cara Sholat bagi Orang yang Sakit, Wajib Selama Masih Berakal

Dalil disunatkannya sholat sunat istikharah adalah hadits yang diriwayatkan sahabat Jabir rodhiyallohu ‘anhu:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengajari kami shalat istikharah dalam setiap perkara/urusan yang kami hadapai, sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Quran. Beliau berkata, “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang bukan shalat wajib,” (Shohih Bukhori, no.7390)

Berikut tata cara melaksanakan shalat istikharah

1. Mengerjakan sholat dua rakaat dengan niat sholat istikharah

أصلي سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى

“USHOLLI SUNNATAL ISTIKHOROTI ROK’ATAINI LILLAHI TA’ALA”.

2. Pada rakaat pertama, setelah membaca surat Al-Fatihah disunatkan membaca surat Al-Kafirun (qul ya ayyuhal kafirun) atau membaca ayat:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Alloh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (Q.S.Al-Qoshosh : 68)

3. Pada rakaat kedua. Setelah membaca surat Al-Fatihah disunatkan membaca surat Al-Ikhlas (qul huwallohu ahad) atau membaca ayat:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab : 36)

4. Setelah selesai sholat, kemudian membaca do’a.

Baca Juga: Kewajiban Suami Memperlakukan Istri dengan Baik

Terdapat beberapa versi do’a yang didasarkan dari hadits nabi, diantaranya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ , وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ , وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلا أَقْدِرُ , وَتَعْلَمُ وَلا أَعْلَمُ , وَأَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ , اللَّهُمَّ إنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ …… خَيْرٌ لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ , فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ , اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ ……. شَرٌّ لِي فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ , فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ ارْضِنِي بِهِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepadamu dengan pengetahuanmu, aku memohon keputusanmu dengan kekuasaanmu dan aku memohon kepadaMu dengan keutamaamu yang besar. Sesungguhnya engkau berkuasa dan aku tidak berkuasa, engkau maha mengetahui hal-hal yang ghaib.

Ya Allah, apabila engkau mengetahui bahwa urusan ini (lalu menyebutkan hajatnya) baik bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akhir urusanku dimasa dekat dan masa depan urusanku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berkatilah aku didalamnya.

Ya Allah, apabila engkau mengetahui bahwa urusan ini (lalu menyebutkan hajatnya) buruk bagiku dalam agamaku, penghidupanku dan akhir urusanku, dimasa dekat dan masa depan urusanku, maka singkirkanlah ia dariku atau singkirkanlah aku darinya, dan takdirkanlah kebaikan bagiku dimana jua, kemudian jadikanlah aku ridho dengannya”.

(cs)

  • Bagikan