Mengapa Dinamakan Gado-Gado? Ini Sejarahnya

  • Bagikan
Mengapa Dinamakan Gado-Gado? Ini Sejarahnya
Mengapa Dinamakan Gado-Gado? Ini Sejarahnya

CakrawalaSulsel – Gado-gado merupakan salah satu jenis makanan yang menjadi favorit bagi warga Indonesia. Selain rasanya yang disukai banyak orang, gado-gado mengandung banyak gizi.

Gado-gado yang kita kenal sampai saat ini berupa aneka sayuran yang terdapat di dalamnya, salah satunya saus kacang dan lontong dengan cita rasa unik.

Namun dibalik nama Godo-gado yang digemari banyak orang sampai saat ini, ternyata juga terdapat sejarah menarik dan unik. Dan kali ini yang akan kita bahas adalah mengapa dinamakan gado-gado hingga dikenal banyak orang sampai saat ini.

Baca Juga: Resep Cara Membuat Nasi Goreng Thailand yang Nikmat Bikin Ketagihan

Melansir dari kulinear.hops.id, Panganan ini sudah jadi makanan khas Jakarta sejak tahun 1950-an. Tepatnya muncul saat terjadi penyerbuan tentara asing di Batavia.

Waktu itu, para pejuang Indonesia kekurangan stok makanan. Jadi mereka mengakalinya dengan mengolah kacang menjadi saus yang kemudian disiramkan ke sayuran yang dipetik dari hutan.

Mereka juga menyebut panganan itu digado artinya yaitu dimakan tanpa nasi dan bertahan hingga sekarang dengan nama gado-gado.

Gado-gado yang kita kenal sampai saat ini berupa aneka sayuran yang direbus lalu disiram saus kacang dengan cita rasa unik. Untuk melengkapi gizi biasanya ditambah irisan telur rebus dan kentang. Di zaman sekarang, gado-gado sering disantap bersama dengan lontong ataupun nasi.

Baca Juga: Ini Resep Kacang Bawang Daun Jeruk dan Renyah

Aneka sayuran yang dipakai yaitu kacang panjang, taoge, wortel, bayam, seledri, buncis dan lain lain. Sayuran direbus sebentar dan dipotong potong persegi panjang atau sesuai selera.

Untuk saus kacangnya dibuat dari kacang tanah, garam, gula merah, daun jeruk, terasi, cabai, bawang putih, merica dan santan. Bumbu kacang tersebut nanti dihaluskan, kemudian disiramkan ke atas aneka sayuran dan tambahan lainnya, seperti telur rebus, kentang, tempe, tahu dan jagung pipil.

Beda gado-gado, pecel dan karedok

Gado-gado sering dianggap mirip dengan pecel ataupun karedok, padahal keduanya memiliki perbedaan. Gado -ado tidak memakai kencur pada saus kacangnya, sedangkan pecel dan karedok pakai.

Sepiring gado gado siap dinikmati bersama nasi ataupun lontong, lalu bisa ditambahkan kerupuk udang ataupun kerupuk emping, kemudian ditaburi bawang goreng di atasnya. Wah sungguh sajian sederhana namun banyak peminatnya.

Gado-gado berhasil menjadi makanan favorit seluruh warga Indonesia, bahkan sudah tersebar luas di beberapa daerah di Indonesia. Biasanya dijual di warung ataupun restoran dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Resep Rumahan Tumis Jamur, Tahu, Brokoli

Gado-gado juga telah menjadi salah satu makanan Indonesia yang mendunia. Di Belanda dikenal sebagai sup kacang dan pernah dimasak oleh koki ternama di Inggris.

Selain rasanya yang disukai semua orang, gado-gado mengandung banyak gizi. Hal itu dikarenakan aneka sayuran yang dipakai mengandung vitamin A, vitamin B1, vitamin C, kalsium, protein, fosfor dan zat besi yang baik untuk tubuh.

Tapi, gado-gado tidak cocok untuk yang sedang diet, karena kandungan kalorinya cukup tinggi.

  • Bagikan