Janjikan Korban Lulus Seleksi TNI, Pria di Gowa Diamankan Polisi

  • Bagikan
Janjikan Korban Lulus Seleksi TNI, Pria di Gowa Diamankan Polisi
Janjikan Korban Lulus Seleksi TNI, Pria di Gowa Diamankan Polisi

Gowa, CakrawalaSulsel – Polsek Somba Opu mengungkap kasus penipuan dan penggelapan uang. NH (45) warga Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, melakukan tindak pidana penipuan menjaminkan anak korban lulus seleksi TNI-AD.

Kasubag Humas Polres Gowa AKP M. Tambunan mengungkapkan kronologis kejadian berawal Pada Bulan Desember 2020 bernama SR bersama anak mantunya berkunjung ke rumah pelaku NH (45) salah satu perumahan di Kabupaten Gowa, kemudian dengan mengeluarkan air mata menceritakan ketidaklulusan anaknya mengikuti seleksi Secatam TNI-AD tahun 2020 lalu.

Mendengar kesedihan korban, lanjut AKP Tambunan, pelaku NH (45) menawarkan diri membantu memasukkan anak korban agar lulus seleksi Secatam TNI AD tahun 2020. Untuk meyakinkan korban lalu pelaku menyebutkan nama salah seorang pejabat di Kodam tersebut.

Baca Juga: Sambut Personel Brimob Polda Sulsel, Kapolda: Tugas yang Saudara Laksanakan Menoreh Tinta Emas di Tanah Papua

“Per SR lalu pulang ke kampung halaman di Sapaya Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa menemui Lel UH (korban) lalu menceritakan bahwa pelaku dapat mengurus anak mereka menjadi anggota TNI-AD,” ujar AKP. M. Tambunan saat menggelar jumpa pers didampingi Kasi Humas Polsek somba opu Ipda Muh. Syafri dan Panit Serse Ipda Irham serta anggota Reskrim, di halaman Polsek Somba opu Kamis siang (27/5/21).

Perempuan SR korban kemudian menemui pelaku NH (45) di rumahnya untuk menceritakan biaya yang harus disiapkan dalam seleksi tersebut. kemudian, lanjut AKP. M. Tambunan, pelaku menjelaskan bahwa biaya pengurusan setiap calon sebesar Rp150 Juta.

“Karena tidak sabar, pelaku NH menghubungi korban untuk menyiapkan uang yang telah disepakati. Namun saat itu, korban belum memiliki uang sesuai perjanjian sehingga korban menyerahkan uang sebagai tanda jadi sebesar Rp20 Juta,” terangnya.

Baca Juga: Panglima dan Kapolri Pesan, Personel TNI-Polri Kawal Pemerintah Membangun Papua

“Selanjutnya secara berangsur-angsur menyerahkan sisa uang, hingga mencapai Rp130 juta yang diberikan secara tunai maupun transfer ke rekening pelaku,” sambungnya.

AKP Tambunan mengatakan kasus ini, diduga “SR” juga menjadi korban penipuan dengan kerugian Rp147 juta. Namun, hal ini belum dilaporkan secara resmi karena ingin uangnya dikembalikan oleh pelaku.

“Biaya pengurusan ini digunakan pelaku untuk menikah dengan istri ke 4 di Morowali kemudian digunakan juga untuk berfoya-foya juga membayar hotel,” terangnya.

Mengetahui anak dari kedua korban tidak lulus seleksi, lanjut AKP Tambunan, selanjutnya pelaku melarikan diri ke rumah istrinya di Kabupaten Soppeng (istri yang baru dinikahinya) lalu memutus komunikasi dengan korban.

Baca Juga: Terima Kunjungan Mendes PDTT, Kapolri Pastikan Pendampingan Edukasi Dana Desa

Karena tertipu korban melaporkan secara resmi ke Polisi kemudian Unit Reskrim Polsek Somba Opu yang dipimpin IPDA Irham berangkat ke kabupaten Soppeng dan berkoordinasi dengan personel Polsek Marioriawa.

Setelah itu, pelaku NH berhasil diringkus di rumah istri ke 4 pada Jumat, 21 Mei 2021 sekitar pukul 20.00 Wita, kemudian membawanya ke rumah kos di Kabupaten Sidrap untuk mencari barang bukti berupa buku rekening.

“Pelaku kini telah ditahan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” pungkas Kasubag Humas Polres Gowa AKP. M. Tambunan.

  • Bagikan