FSPMI Mulai Gelar Aksi Boikot di Kantor Indomaret

  • Bagikan
FSPMI Mulai Gelar Aksi Boikot di Kantor Indomaret
FSPMI Mulai Gelar Aksi Boikot di Kantor Indomaret

Jakarta, CakrawalaSulsel – Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) menggelar aksi kampanye boikot Indomaret. Aksi tersebut sebagai dukungan terhadap Anwar Bessy, karyawan PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) di Jakarta Utara, yang diseret ke pengadilan oleh perusahaan ritel tersebut.

Dalam pesan singkat yang disampaikan Ketua KSPI Said Iqbal kepada CNBC Indonesia, dikatakan kampanye boikot Indomaret dimulai hari ini dari depan kantor PT Indomarco Ancol, sudah berlangsung mulai jam 10.00 WIB.

“Selanjutnya aksi serempak di seluruh Indonesia akdi di depan toko-toko Indomaret dengan seruan boikot produk Indomaret. Kampanye Seruan boikot Indomaret juga akan dilakukan melalui sosmed (sosial media) setelah aksi hari ini,” kata Said dilansir CNBC Indonesia, Kamis (27/5/21).

Baca Juga: Mengejutkan! Anya Geraldine Unggah Foto di Ranjang, Ada Pria Sembunyi Bikin Salfok

Said menjelaskan, semua aksi dilakukan harus mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti peraturan yg berlaku. Beberapa poin prioritas yang menjadi isu kampanye boikot ini antara lain:

  1. Bebaskan Anwar Bessy
  2. Penuhi hak buruh Indomaret di seluruh Indonesia sesuai isi peraturan perusahaan Indomaret Group
  3. Segera buat perjanjian kerja bersama nasional (PKB) yang berlaku untuk seluruh pekerja Indomaret di seluruh indonesia
  4. Bayar hak buruh Indomaret yang diduga melanggar UU ketenagakerjaan, seperti upah lembur, jam kerja berlebih, PHK sepihak, hak cuti, hubungan kerja, NPL, dan lain-lain

CNBC Indonesia juga mencoba menghubungi Direktur Pemasaran Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf melalui pesan singkat. Namun hingga berita ini dipublikasi, Wiwiek tak merespons pesan singkat tersebut.

Baca Juga: Panglima dan Kapolri Pesan, Personel TNI-Polri Kawal Pemerintah Membangun Papua

Anwar Bessy adalah karyawan PT Indomarco Prismatama (Indomaret Group) di Jakarta Utara itu, saat ini menjalani persidangan di Pengadilan Negari Jakarta Pusat usai dilaporkan oleh perusahaan akibat rusaknya dinding gypsum saat buruh menuntut THR 2020 dibayarkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

CS

  • Bagikan