Workshop Ombudsman RI, Indah: Kita Semua Adalah Pengkritik yang Baik

  • Bagikan
Workshop Ombudsman RI, Indah: Kita Semua Adalah Pengkritik yang Baik
Workshop Ombudsman RI, Indah: Kita Semua Adalah Pengkritik yang Baik

Makassar, CakrawalaSulsel – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menjadi narasumber Workshop pendampingan penyelenggara pelayanan publik dalam rangka penilaian kepatuhan. Rujukannya, UU Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Kegiatan itu dilaksanakan setiap tahun oleh Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan, di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Kamis (20/5).

Ombudsman menilai, ini torehan prestasi. Karena itu, mereka dihadirkan untuk berbagi tips dan kiat. Indah tampil paling pertama.

Menurut Indah, fungsi pemerintahan ada dua. primer dan sekunder. Fungsi primer adalah fungsi yang harus terus berjalan selama pemerintahan ada. Di dalamnya ada fungsi pelayanan dan fungsi pengaturan.

Baca Juga: Bupati Indah: Keberadaan FKUB Jadi Wadah Dialog Pemuka Agama, Menampung Aspirasi Masyarakat

Fungsi kedua; fungsi sekunder. Fungsi yang ada selama masyarakat atau swasta belum bisa menyediakan secara mandiri. Artinya, fungsi ini bisa hilang. Manakala masyarakat atau swasta sudah bisa menyediakan. Sudah bisa melaksanakan sendiri. Itulah fungsi pembangunan, pemberdayaan, dan perlindungan.

“Acara ini, kita semua fokus pada fungsi primer. Fungsi pelayanan. Bagaimana menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” kata Indah yang hadir dalam balutan batik Rongkong.

Ia mengingatkan, pemerintah sebagai pelayan publik sebenarnya memiliki dua sisi. Selain pemberi layanan, juga sebagai penerima layanan. Pada sisi yang berbeda.

Baca Juga: Kondisi Hulu Sungai Baliase Normal, Kalaksa BPBD Minta Warga Tenang dan Tidak Panik

“Sebagai ASN kita tentu berkewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tapi pada waktu berbeda, saat mengurus SKCK atau mengurus sertifikat tanah, maka posisi berganti sebagai penerima layanan. Nah, pada saat kita sebagai masyarakat penerima layanan, saya yakin dan percaya kita adalah pengkritik yang sangat baik,” imbuhnya disambut applaus hadirin.

Untuk itu, pengalaman saat menjadi penerima layanan itu harus menjadi dorongan untuk berbuat lebih baik dalam menjalankan fungsi pelayanan. Harus ada kecepatan, ketepatan, dan transparansi. Bukan hanya dari sisi waktu, tapi juga dari sisi biaya.

Pada workshop yang digelar untuk melakukan pendampingan kepada penyedia layanan itu,
Indah Putri Indriani hadir sebagai narasumber tidak sendiri. Ada juga dari Polres Gowa dan Kepala BPN/ATR Kota Makassar. Semua menceritakan kesuksesan meraih zona hijau pelayanan publik. Luwu Utara, tahun lalu adalah kabupaten tertinggi kepatuhannya dalam pelayanan publik di Sulawesi Selatan. Demikian juga Polres Gowa dan BPN/ATR Kota Makassar. (*)

  • Bagikan