Bupati Indah: Keberadaan FKUB Jadi Wadah Dialog Pemuka Agama, Menampung Aspirasi Masyarakat

  • Bagikan
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Keberadaan FKUB Menjadi Wadah Dialog Pemuka Agama dan Menampung Aspirasi Masyarakat
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, saat mengukuhkan FKUB Luwu Utara, di Aula Kemenag, Rabu (19/5/21)

Luwu Utara, CakrawalaSulsel – Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, mengungkapkan bahwa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama.

Itu diungkapkan Bupati Indah saat mengukuhkan FKUB Luwu Utara, di Aula Kemenag, Rabu (19/5/21).

Baca Juga: Gelar Musda ke Empat, Indah Minta BKMT Luwu Utara Tingkatkan inovasi dan Kreasi

FKUB memiliki fungsi koordinasi dan bertugas membantu pemerintah dalam menghadirkan keharmonisan bagi umat. Keberadaan FKUB hendaknya menjadi wadah dialog pemuka agama, tokoh masyarakat dan menjadi media menampung aspirasi masyarakat.

“Konflik yang terjadi di Luwu Utara tak pernah murni berangkat dari “keyakinan agama.”Tapi seringkali karena hal-hal tertentu seperti sumberdaya ekonomi, sosial, maupun politik,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Indah, menjadi penting terus melakukan edukasi kepada masyarakat, agar jangan mau dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang memunyai kepentingan.

Baca Juga: Tiga Inovasi Luwu Utara Coaching Proposal di Makassar untuk Persiapan KIPP Tingkat Nasional

“Saya yakin kita punya modal sosial yang cukup besar. FKUB ada disitu. Pertanyaannya, akankah kita mengemban amanah ini dengan betul-betul melakukan pendekatan. Orang yang berada di FKUB pemahaman keagamaannya harus moderat, kalau dalam Islam dikenal dengan “lakum dinukum waliyadin” bagimu agamamu dan bagiku agamaku,” terang Indah.

Alumni Pondok Pesantren Datok Sulaiman Palopo ini menegaskan, tugas berat FKUB adalah memastikan umat dapat menjalankan ajaran masing-masing dengan aman dan damai.

Kita ini bukan penentu kehidupan orang, Luwu Utara lahir dari perbedaan, dan tidak perlu memaksa untuk menyamakan perbedaan. Yang menjadi tugas berat kita sebenarnya adalah memastikan umat kita menjalankan ajaran masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga: Ini Aksi Bupati Indah Belajar Menenun Kain Tenun Rongkong

“Kalau umat menjalankan ajaran dengan baik, saya yakin akan menjadi manusia yang takut; takut berbuat kesalahan apalagi menghadirkan huru-hara di muka bumi,” tutup Indah yang hadir didampingi Kaban Kesbangpol, Enyon.

Sementara itu dari laporan Kakan Kemenag Luwu Utara, Nurul Haq, jumlah keseluruhan umat beragama di Luwu Utara yaitu 392.200, masing-masing agama islam 310.000 orang, Kristen Protestan 60.000, Hindu 12200, Katolik 8000, dan yang lainnya 4000 orang. (*)

  • Bagikan