Dharma Wanita Persatuan Kemenag Rencanakan Program Pesantren Lansia

  • Bagikan
Dharma Wanita Persatuan Kemenag Rencanakan Program Pesantren Lansia
Ketua DWP Kemenag Farikhah (Ika) Nizar Ali pada acara Halal Bihalal Pengurus DWP Kementerian Agama di Rumah Dinas Sekjen, Jl. Cemara, Jakarta, Senin (17/5/21)

Jakarta, CakrawalaSulsel – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama berencana menggulirkan program Pesantren Lansia. Program ini akan menjadi salah satu unggulan DWP pada tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Ketua DWP Kemenag Farikhah (Ika) Nizar Ali pada acara Halal Bihalal Pengurus DWP Kementerian Agama di Rumah Dinas Sekjen, Jl. Cemara, Jakarta, Senin (17/5/21).

Menurut Ika Nizar, program yang akan dibuat ini merupakan tantangan yang diberikan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan sistem subsidi silang, peserta dengan kemampuan ekonomi menengah keatas akan membantu mensubsidi peserta dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah.

Baca Juga: 38 Pejabat Eselon II Kementerian Agama Dilantik, Menag: Jangan Sia-siakan Amanah

“Program yang akan di buat oleh Pengurus DWP Kemenag ini akan berkonsentrasi pada penguatan ilmu-ilmu agama pada lansia, mengisi kegiatan para lansia pada kegiatan-kegiatan keagamaan yang dapat menjadi bekal akhirat bagi peserta,” tutur Ika Nizar.

Penasehat DWP Kemenag, Eny Yaqut menyambut baik rencana program Pengurus DWP Kemenag. Menurutnya, program yang sudah diniatkan dengan ibadah dan sangat baik itu perlu direncanakan dengan persiapan yang baik pula, agar hasilnya benar-benar maksimal.

“Program ini diniatkan dengan ibadah dan sangat mulia. Ibu-ibu perlu merencanakannya dengan amat baik pula. Silakan diatur sedemikian rupa siapa-siapa yang diajak kerjasama, apa saja programnya dan ke mana arah tujuan dari program ini,” jelas Eny Yaqut.

Baca Juga: Kemenag: Santri Lulusan Pendidikan Kesetaraan Salafiyah Bisa Melanjutkan ke Sekolah Negeri

​​”Jangan lakukan setengah-setengah. Jangan sampai program berhenti di tengah jalan karena kurang nya perencanaan sehingga malah merugikan semua pihak, baik waktu, tenaga juga materi,” pungkasya. (*)

  • Bagikan