Tekanan Darah Tinggi Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke

  • Bagikan
Tekanan Darah Tinggi Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke
Tekanan Darah Tinggi Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke

Jakarta, CakrawalaSulsel – Hipertensi atau tekanan darah tinggi, menjadi kontributor tunggal utama untuk penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke di Indonesia. Ini juga sering disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan.

Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia dr. Erwinanto, FIHA mengatakan kalau seseorang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi dan tidak dikontrol akan menjadi kontributor tunggal yang utama untuk penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

“Setiap peningkatan darah 20/10 mm Hg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 2 kali lebih tinggi,” katanya saat konferensi pers Hari Hipertensi Sedunia secara virtual, Kamis (6/5/21).

Baca Juga: Kemenkes Catat WN India Positif Covid-19 di RI Jadi 49 Kasus

Dia menyebutkan, hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat (kurang konsumsi sayur dan buah, konsumsi garam berlebih), obesitas, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan stres.

Keberhasilan mengontrol tekanan darah mencapai target terbukti menurunkan kejadian stroke sebesar 30-40% dan kejadian penyakit jantung koroner sebesar 20%.

“Konsumsi garam harus diperhatikan, dianjurkan 5 sampai 6 gram perhari. Sayangnya dalam praktek sehari-hari seseorang tidak pernah menghitung berapa banyak konsumsi garam,” ujarnya.

Baca Juga: Kenali Penyebab Nyeri Payudara yang Terjadi Pada Wanita — Cakrawala Sulsel

Selain mengonsumsi garam, Erwinanto mengatakan kiat sehat untuk menurunkan hipertensi harus dilakukan. Ia menyarankan untuk perbanyak makan sayur, buah, sedikit lemak jenuh, ikan, dan sedikit gula.

“Hal itu harus diiringi dengan berolahraga secara teratur 30 menit per hari,” sarannya.

Lanjut ia mengatakan, jika seseorang mengalami hipertensi, maka upaya yang harus dilakukan adalah mengontrol tekanan darah. Olehnya itu, Erwinanto mengimbau agar melakukan cek tekanan darah di fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau individu itu sudah mendapatkan obat dan sudah tahu tekanan darahnya harus diturunkan berapa maka selanjutnya minum obat terus walaupun tekanan darahnya sudah mencapai target,” imbuhnya.

Baca Juga: Ingin Vagina Basah dan Tidak Kering? Kunsumsi Makanan Ini

Hipertensi adalah penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. Jadi kalau seseorang tekanan darahnya sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol. Kalau sudah terkontrol maka diharapkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, risikonya akan menurun.

“Yang penting kalau kita bisa mengontrol tekanan darah maka risiko untuk terjadinya stroke dan kematian akibat stroke akan turun 30 sampai 40%,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Cut Putri Arainie mengatakan yang paling penting adalah mencegah dari faktor resiko.

“Begitu ada faktor risiko segera ubah perilaku, karena kalau sudah ada penyakit tidak menular termasuk hipertensi itu hanya bisa dikontrol sepanjang usia, sepanjang itu juga dia harus patuh minum obat sesuai anjuran dokter,” ungkapnya. (Cs/*)

  • Bagikan