Kanwil Kemenkumham Sulsel Adakan Internalisasi Kode Etik

  • Bagikan
Kanwil Kemenkumham Sulsel Adakan Internalisasi Kode Etik
Kanwil Kemenkumham Sulsel melaksanakan Internalisasi kode etik dan kode prilaku petugas, di Aula Kanwil Setempat Rabu (5/5/21)

Makassar, CakrawalaSulsel – Kanwil Kemenkumham Sulsel melaksanakan Internalisasi kode etik dan kode prilaku petugas, di Aula Kanwil Setempat Rabu (5/5/21). Hal ini dalam rangka pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Harun Sulianto saat membuka kegiatan mengatakan kode etik merupakan wadah kontrol sosial untuk mengatur perilaku pegawai Kemenkumham.

Kode etik adalah pedoman sikap, perilaku, perbuatan, tulisan, dan ucapan bagi pegawai dalam menjalankan tugasnya. Perilaku ini berlaku di kantor dan di luar kantor.

“Didalamnya ada norma yang berisi petunjuk mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan,” kata Harun yang juga dihadiri Kadiv Administrasi Sirajuddin, Kadiv Yankumham Anggoro Dasananto, dan Para Pejabat Kanwil Sulsel.

Acara tersebut juga terhubung secara daring dengan  Kepala UPT Pemasyarakatan, Imigrasi, Balai Harta Peninggalann (BHP).

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Sulsel Buka Diseminasi Pelayanan Publik Berbasis HAM

Sementara itu Penyuluh Hukum, Wahyu menjelaskan terkait Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.20 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Menurut Wahyu, Kode etik dan kode perilaku menjelaskan tentang pedoman perilaku dalam tulisan dan ucapan pegawai dalam melaksanakan tugas dan fungsi sehari-hari.

“Sedangkan Pelanggaran menjelaskan tentang pedoman perilaku dalam tulisan dan ucapan pegawai yang bertentangan dengan kode etik perilaku,” jelasnya.

Baca Juga: Kemenkumham Sulsel Sosialisasikan Konferensi Internasional Hukum dan HAM

Lanjut Wahyu memaparkan pencerminan kode etik yang tercermin dalam nilai organisasi PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif).

“Profesional berarti mampu menyelesaikan tugas dengan terpuji, tuntas sesuai dengan kompetensi atau keahlian dan berintegritas untuk mencapai hasil prima melalui kerjasama. Akuntabel berarti mampu bertanggung jawab terhadap setiap tindakan, perilaku, dan tugas, baik dari segi proses maupun hasil,” paparnya.

Kemudian, kata Wahyu, sinergi berarti mampu bekerjasama dan membangun kemitraan yang harmonis dengan pemangku kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat dan berkualitas.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Sulsel Terima Penghargaan dari KPPN Makasaar II

Nilai organisasi transparan berarti mampu menyajikan data dan informasi terkait kebijakan, proses pembuatan, pelaksanaan, dan hasilnya serta menjamin aksesibilitas publik terhadap data dan informasi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan inovatif berarti mampu menciptakan dan mengembangkan inovasi melalui inisiatif dan kreatifitas untuk melakukan pembaharuan dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi. (*)

  • Bagikan