Ketahui 3 Penyebab Pahala Sedekahmu Ditolak Oleh Allah

Ketahui Ini 3 Penyebab Pahala Sedekahmu Ditolak Oleh Allah
Ketahui Ini 3 Penyebab Pahala Sedekahmu Ditolak Oleh Allah

CakrawalaSulsel – Sedekah adalah salah satu amalan utama bagi umat Islam. Terlebih lagi jika dilakukan pada bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini.

Tentu kita semua tahu bahwa bersedekah tidak menutup kemungkinan ketika menyalurkan bantuan kepada sesama akan mengurangi harta kalian, melainkan Allah akan membalasnya berkali-kali lipat atas apa yang telah kita sedekahkan.

Allah akan memberikan pahala yang begitu besar kepada hambanya yang mau menafkahkan hartanya kejalan Allah. Namun, tahukah kalian bahwa, keutamaan sedekah dapat rusak karena beberapa hal?

Baca Juga: Doa memohon Perlindungan saat Dalam Kondisi Terpuruk

Allah menegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 262, disebutkan:

“Orang-orang yang menafkah hartanya di jalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan tidak dengan menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Prof. Quraisy shihab menjelaskan, seperti dikutip dari laman islamkaffah.id bahwa, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan kebaikan tanpa menyebut-nyebut pemberiannya, berbangga diri atau menyakiti si penerima, bagi mereka pahala besar yang telah dijanjikan Tuhan.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Bacaan Zikir Menjelang Buka Puasa

Mereka tidak akan pernah takut dan sedih dalam menghadapi segala sesuatu di akhirat kelak. Selain itu, Prof. Quraisy shihab menyebutkan bahwa ada tiga point penting dalam ayat tersebut yang memiliki potensi dalam merusak amal sedekah yang telah kita lakukan.

1. Menyebut-nyebut pemberiannya saat bersedekah

Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang ia beri sedekah, itu artinya dia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang tersebut. Perbuatan ini berpotensi menyakiti hati orang lain, sikap ini mengindikasikan si pemberi merupakan seorang yang sombong.

Jika mau berfikir lebih jauh, seharusnya si pemberi merasa orang fakir tersebut telah berjasa padanya, karena orang fakir itu telah menerima hak Allah darinya. Dan otomatis, si pemberi terbebas dari tanggungjawab, dan menjadi sebab bersihnya harta bendanya, dan menyelamatkan dari dosa karena tidak menunaikan zakat.

2. Menyakiti orang yang menerima sedekah

Dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di depan orang banyak, otomatis membuat si penerima merasa sakit hati karena merasa dirinya di rendahkan. Meski pemberi telah memberikan sesuatu kepada orang yang di sedekahi, namun dengan perlakuan buruk yang ia lakukan maka pahala sedekah yang begitu besar akan habis tak bersisa.

Baca Juga: Saat Menjelang Nafas Terakhir, di Pangkuan Siapakah Kamu saat Itu?

Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 263

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.”

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa perkataan yang menentramkan hati dan sikap menutupi aib si fakir akan lebih baik dari sedekah yang disertai perkataan dan perbuatan yang menyakitkan. Allah tidak membutuhkan pemberian yang disertai sikap menyakiti. Dia akan memberikan rezeki yang baik kepada orang-orang fakir.

3. Bersikap takabbur

Sikap manusia yang menunjukkan kelebihan dirinya yang mampu bersedekah kepada orang lain. padahal sikap sombong yang seperti ini, yang dapat menghapus pahala atau keutamaan sedekah, karena secara tidak langsung ia merasa paling hebat dibanding orag lain.

Baca Juga: Seekor Anak Katak saat Turun Hujan, Bersama Kesukaran Ada Kemudahan

Takabur atau sombong bisa merusak pahala sedekah sebesar apapun harta yang telah dikeluarkan. Takabur juga menjadi penghalangan seseorang untuk mendapatkan pahala kebaikan dari sedekah. Masih ingatkah bahkan takabur yang menyebabkan setan memiliki dosa besar terhadap Allah.