Seekor Anak Katak saat Turun Hujan, Bersama Kesukaran Ada Kemudahan

Seekor Anak Katak saat Turun Hujan, Bersama Kesukaran Ada Kemudahan
Seekor Anak Katak saat Turun Hujan

CakrawalaSulsel – Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak saat turun hujan. Ketika langit tiba-tiba berubah menjadi gelap yang menandakan akan turunnya hujan, tentu membuatnya bertanya-tanya akan perihal itu kepada induknya.

Ketika langit berubah menjadi mendum dan menjadi gelap, maka seekor anak katak bertanya sambil merangkul erat lengan induknya:

“Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?”

Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut dan berucap:

“Anakku. Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik,” jelas induk katak sambil terus membelai.

Baca Juga: 3 Tingkatan Orang Menjalankan Puasa Menurut Imam Ghazali

Dan anak katak itu pun mulai tenang. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin.

Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. Dan kembali bertanya sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

“Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?”

Sang induk berucap yang tak terpengaruh keadaan dan berusaha menenangkan keadaan:

“Anakku. Itu cuma angin. Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!”

Mendengar jawaban sang induk, anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

“Blarrr!!!”

Suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan.

Baca Juga: Doa memohon Perlindungan saat Dalam Kondisi Terpuruk

Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.

Anak katak berucap sambil terus memejamkan mata.

“Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!”

Sang induk menjawab:

“Sabar, anakku!” ucapnya sambil terus membelai. “Itu cuma petir.

“Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang!”

Baca Juga: Apakah Sah Wudunya Orang yang Bertato? Ini Penjelasannya

Lalu sang induk memerintahkan anaknya keluar dengan begitu tenang untuk memandang dan menyambut akan datangnya yang ia tunggu-tunggu.

“Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang,”

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang.

“Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!

Inilah renungan untuk jadi pelajaran bagi kita semua. Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan.

Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan, tidak disegarkan dengan wewangian harum. Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan.

Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan.

Baca Juga: Cara yang Benar Mandi Wajib untuk Wanita Setelah Haid

Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan. Jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi.

Karena hujan yang ditunggu, pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan.

Semoga kita bisa terus istiqomah dalam beribadah, senantiasa mensyukuri nikmat Allah Swt dan diberi kekuatan untuk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Source