Penyesalan Sultan Hamid II saat Ditegur Oleh Rasulullah Saw

7



Penyesalan Sultan Hamid II Ditegur Oleh Rasulullah Saw Karena Lupa Membaca Shalawat

CakrawalaSulsel – Kisah yang sangat mengharukan dari Sultan Hamid II ketika saat itu ditegur oleh Rasulullah saw karena saat ia lupa membaca shalawat.

_

Namun, Hal yang menarik dari kisah ini adalah, teguran Rasulullah saw kepada Sultan Hamid II itu melalui dari seorang biasa, bahkan mempunyai hutang yang banyak ketika itu. Simak kisah dibawah ini.

Suatu ketika pengawal Sultan Abdul Hamid yang bernama Basya mendatangi si ruangannya, hendak melaporkan bahwa ada seseorang bernama Faisal yang mengaku bahwa Sultan berhutang kepadanya.

Baca Juga: Seekor Anak Katak saat Turun Hujan, Bersama Kesukaran Ada Kemudahan

Basya berkata:
“Wahai Sultan Hamid, ada orang yang mengaku bahwa engkau punya hutang kepadanya. Saya sudah panggil dia ke istana dan memberinya sejumlah uang, tapi dia belum mau pergi juga,”

Mendengar pernyataan itu, Sultan Abdul Hamid mengatakan:

“Di mana dia?”

Jawab Basya:
“Di depan pintu, wahai Sultan,”

Sultan pun berkata:
“Biarkan dia masuk,”

Maka dari itu, Basya pun menyuruh penjaga agar Faisal segera menghadap Sultan.

“Silahkan sampaikan keluhanmu,” kata Basya kepada Faisal.

Baca Juga: Doa memohon Perlindungan saat Dalam Kondisi Terpuruk

Dengan penuh takzim, Faisal berkata kepada Sultan:

“Wahai Sultan, Anda punya hutang kepadaku.”

Dengan tenang Sultan bertanya:
“Bagaimana dan sejak kapan saya berhutang kepadamu?”

Faisal bicara menuturkan:
“Sultan, aku adalah seorang pedagang. Lalu aku bangkrut. Aku berhutang hingga hutangku mencekikku. Kemudian aku berdoa kepada Allah setiap malam,”

Baca Juga: Sunnah Puasa Bulan Suci Ramadhan saat Makan Sahur dan Berbuka

Belum selesai Faisal bicara, Basya langsung menyanggahnya.
“Faisal, Sultan bertanya padamu bagaimana Sultan bisa berhutang padamu,”

Namun, Faisal tetap melanjutkan ucapannya mengatakan:
“Seperti yang aku katakan tadi, aku berdoa kepada Allah setiap malam sebelum tidur,”

Faisal melanjutkan perkataannya:
“Dan kemarin, aku bertemu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam mimpiku,”

Sontak, Sultan dan Basya terkejut mendengarnya.
“Shallallahu alaihi wa sallam,” ucap Sultan dan Basya sambil meletakkan tangan kanannya di dada.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sulsel: Pelaksanaan Salat Idul Fitri Dilakukan di Lapangan Terbuka

“Wahai Sultan, beliau bersabda, katakan pada Hamidku, bahwa ia biasanya bershalawat untukku setiap malam, tapi malam kemarin ia lupa. Datangilah Sultan, dan katakan keperluanmu kepadanya,” tutur Faisal.

Mendengar penjelasan Faisal, Sultan langsung berdiri. Tampak wajahnya begitu terharu dan bertanya kepada Faisal:
“Bagaimana sabda Beliau?”

Faisal pun langsung menjawab:
“Hamidku,”

Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Mencium Istri ketika Sedang Berpuasa? Ini Penjelasan Para Ulama

Belum selesai dia melanjutkan, Sultan mengisyaratkan Faisal untuk berhenti bicara. Sultan lalu membuka laci mejanya, dan memberikan Faisal sekantong uang.

Lalu Sultan mengulang pertanyaannya kembali kepada Faisal:
“Bagaimana sabda Beliau?”

Jawab Faisal:
“Hamidku,”

Belum selesai dia melanjutkan, Sultan kembali memotong dan mengambil sekantong uang, lalu diberikan kepada si pedagang itu.

Baca Juga :  Kunjungi Warga Korban Kebakaran di Bonto duri VII, Danny Pomanto: Saya Ini Anak lorong, Pernah Merasakan Peristiwa Seperti Ini

Sultan kembali bertanya:
“Bagaimana sabda Beliau?”

Faisal menjawab,
“Hamidku,”

Sultan Hamid lagi-lagi memberi isyarat kepada Faisal untuk berhenti bicara dan kembali memberikan Faisal sekantong uang.

Melihat hal itu, Basya segera menegur Faisal:
“Wahai Faisal, tidakkah cukup apa yang Sultan telah berikan untukmu?”

Faisal yang sudah terlihat kerepotan memegang 3 kantong uang, menjawab:
“Sudah cukup wahai Basya, aku akan segera melunasi semua hutangku,”

Kedua mata Sultan Hamid pun mulai berkaca-kaca.
“Semoga Allah merahmatimu,” kata Sultan kepada Faisal yang langsung pamit dari istana.

Melihat perbuatan Sultan keoada Faisal yang dilihat tadi, maka Basya berkata:
“Wahai Sultan, hampir saja orang itu menghabisi seluruh uangmu,”

Baca Juga: Apakah Sah Wudunya Orang yang Bertato? Ini Penjelasannya

Sultan berucap sembari menangis:
”Apa yang kau katakan Basya, bila dia meminta seluruh harta dan jabatanku, akan aku berikan seluruhnya untuk dia,”

Sultan mengaku bahwa malam kemarin, dirinya bekerja hingga larut malam di meja kerjanya hingga tertidur dan lupa bershalawat.

“Padahal aku selalu rutin bershalawat setiap malam,” kata sultan.

Basya yang mendengar cerita Sultan, tidak sanggup menahan air matanya. Keduanya pun menangis tak kuasa menahan haru.

Source



Source link