Sunnah Puasa Bulan Suci Ramadhan saat Makan Sahur dan Berbuka

10



Sunnah Puasa Bulan Suci Ramadhan saat Makan Sahur dan Berbuka

CakrawalaSulsel – Puasa di bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang dipenuhi fadhilah telah mentahbiskan puasa dipenuhi amalan-amalan sunnah. Ulama fiqih merangkumnya dalam beberapa amalan yang dianjurkan secara syariat.

_

Simak amalan sunnah-sunnah yang dianjurkan:

Makan sahur dalam jumlah memadai di waktu yang dekat dengan datangnya fajar

Makan sahur dijamin Nabi saw dengan aspek spiritual karena berkah yang menyelimutinya.

Rasulullah saw bersabda:
“Bersahurlah kamu karena dalam makan sahur itu terdapat berkah.” (H.R. Bukhari-Muslim).

Rasulullah saw, bersahur ketika hampir subuh. cakrawalarafflesia waktu beliau selesai bersahur dengan shalat subuh, hanya sekedar selesai membaca 50 ayat Alquran saja.

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, dari Zaid Ibn Tsabit mengatakan:
“Kami telah bersahur bersama Rasulullah saw. kemudian kami berdiri mengerjakan shalat subuh. Aku bertanya kepada Zaid: Berapa lama tempo cakrawalarafflesia habis makan sahur dengan shalat? Zaid menjawab: Kadar 50 ayat Alquran.”

Sekiranya seseorang ragu tentang terbit fajar, maka ia boleh makan dan minum, sehingga jelas terbit fajar. Jangan ia berpegang pada keraguannya, karena Allah menjadikan batas makan dan minum adalah “nyata fajar” bukan disangka telah terbit fajar.

Allah swt berfirman dalam surat (Al-Baqarah: 187)
“Dan makanlah, minumlah, sehingga jelas kepadamu benang putih daripada benang hitam yaitu fajar.”

Keberkahan Sahur

Baca Juga :  PSM Makassar Akan Redam Produktivitas Gol PSIS Dengan Permainan Disiplin

Keberkahan sahur adalah keberkahan yang diperoleh karena mengikuti sunnah dan menyalahi ahlul kitab.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Amer Ibn Ash, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Yang membedakan cakrawalarafflesia puasa kita dengan puasa Yahudi Nashara, ialah makan sahur.”

Inilah hikmah yang paling besar dari menta’khirkan sahur. Tiap-tiap makan yang telah kita makan, mendapat fadillah sahur (keutamaan bersahur). Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abi sa’id bahwa Nabi saw bersabda:

“Bersahur itu suatu keberkatan. Maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan Malaikatnya bershalawat atas orang yang bersahur.”

Menyegerakan Berbuka

Hal ini ditradisikan Nabi saw setiap kali beliau berpuasa. Sabdanya:
“Manusia (yang mengerjakan puasa) senantiasa dalam kebaikan selama mereka mempercepat berbuka.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Sebuah hadis Qudsi riwayat Ahmad bin Hanbal, At-Tarmisi dan Nasai, menguatkan hal itu dengan menyebut bahwa Allah memandang hambanya yang menyegerakan berbuka sebagai hamba yang paling mencintainya. Orang berpuasa disunatkan langsung berbuka jika waktunya tiba, sekalipun hanya dengan sebutir kurma dan seteguk air.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim, dari Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Apabila telah datang malam dari sini dan telah berlalu siang dari sini, serta telah terbenam matahari, maka telah berbukalah orang yang berpuasa.”

Nabi saw berbuka sebelum shalat magrib dengan sedikit makanan. Sesudah shalat magrib, barulah beliau menyempurnakan makannya.

Baca Juga :  DPP Poros Rakyat Indonesia Minta Tambang Liar di DAS Je’neberang Segera Ditindak, Jangan Biarkan Ekploitasi Alam

Adapun makanan utama untuk berbuka puasa ialah makanan yang mengandung zat yang manis yang menyegarkan badan dan menambah kesehatan dan tidak dimasak dengan api seperti kurma, pisang, limau, sawo dan sebagainya. Diriwayatkan Abu Ya’la dari Anas berkata:

“Rasululullah saw. suka berbuka puasa dengan tiga biji kurma atau sesuatu yang tidak dimasak dengan api.”

Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At Turmudzi dari Sulaiman Ibn Amir, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Apabila kamu berbuka, hendaklah dengan kurma. Jika tidak memperoleh kurma, hendaklah berbuka dengan air, karena air itu membersihkan.”

Berzikir di kala berbuka

Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dari Abbas, bahwa Rasulullah saw selalu berdoa di kala berbuka:

“Wahai Tuhanku, untuk Engkau aku berpuasa dan dengan rizki Engkau kami berbuka. Maka terimalah dari kami. Sesungguhnya Engakau maha mendengar lagi maha mengetahui.”

Diriwayatkan oleh Ad Daruquthni dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw berdoa di kala berbuka:

“Wahai Tuhanku. telah hilang haus dan telah basah segala urat dan mudah-mudahan pahala tetap jika Allah mengehendakinya.” (CS)

Sumber:
Bonus Majalah Hidayah Edisi 97
Oleh: Efri El-Bakar & UUP Gufron



Source link