685 Warga Binaan Pemasyarakatan di Sulsel Ikuti Rehabilitasi

  • Bagikan
685 Warga Binaan Pemasyarakatan di Sulsel Ikuti Rehabilitasi
685 Warga Binaan Pemasyarakatan di Sulsel Ikuti Rehabilitasi

Makassar, CakrawalaSulsel – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Edi Kurniadi mengatakan Tahun 2021 ini sebanyak 685 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Lapas dan Rutan di Sulsel mengikuti program rehabilitasi bagi pecandu narkotika.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Kanwil Kemenkumham Sulsel dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulsel dan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sulsel.

Menurut Edi, Rehabilitasi ini merupakan proses pemulihan secara komprehensif bagi WBP dari ketergantungan narkoba, agar berhenti menyalahgunaan narkotika, mengurangi keparahan relaps, serta memperbaiki fungsi fisik, psikologi dan fungsi adaptasi sosial.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel Sambut Baik Rencana Pembangunan RS Pusat Otak Nasional di Makassar

“Rehabilitasi medis diikuti 380 WBP berasal dari 5 UPT Rutan Sulsel dan rehabilitasi sosial  dikuti 305 WBP dari 5 UPT Lapas Sulsel,” katanya Senin (19/04/21).

Rehabilitasi Medis dilakukan oleh Rutan Makassar (200 WBP), Rutan Jeneponto (40 WBP), Rutan Makale (40 WBP), Rutan Enrekang (40 WBP), dan Rutan Pinrang  (60 WBP), sedangkan rehabilitasi sosial dilakukan oleh Lapas Narkotika Sungguminasa (135 WBP), Lapas Perempuan Sungguminasa (20 WBP),  Lapas Bulukumba (60 WBP), Lapas Watampone (30 WBP), dan  Lapas Palopo (60 WBP).

Sementara Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto berharap dengan mengikuti rehabilitasi ini ada peningkatan kualitas kesehatan oleh Tahanan dan WBP baik  biologis, psikologis dan sosial  yang bebas dari ketergantungan terhadap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Baca Juga: Polsek Parangloe Amankan Ribuan Liter Ballo Milik Warga di Desa Lonjoboko

“Juga meningkatnya produktifitas serta kualitas hidup mereka sehingga dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik,” harap Harun.

Sementara itu, Kabid Pembinaan, Bimbingan, dan TI Kanwil Sulsel, Rahnianto mengatakan rehabilitasi medis dilakukan dengan Terapi sistomatik dan psikososia, sedangkan rehabilitasi sosial dengan Therapeutic Community berbasis Pemasyarakatan dan berlangsung selama berlangsung selama 6 bulan, kemudian 6 bulan berikutnya diganti dengan peserta WBP lain. (*)

  • Bagikan