Cara yang Benar Mandi Wajib untuk Wanita Setelah Haid

  • Bagikan
Cara yang Benar Mandi Wajib untuk Wanita Setelah Haid
Cara yang Benar Mandi Wajib untuk Wanita Setelah Haid

CakrawalaSulsel – Mandi wajib setelah haid merupakan hal penting bagi seorang wanita. Haid sudah menjadi ketetapan Allah kepada bagi seorang wanita yang beranjak masa pubertas.

Olehnya itu, wanita wajib untuk mengetahui cara yang benar ketika melakukan mandi wajib. Mandi wajib adalah melaksanakan perintah Allah swt seperti di tegaskan dalam surat (Al-Baqarah : 222).

“Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu adalah sesuatu yang kotor.” Karena itu jauhilah istri pada waktu haid, dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci.

Apabila mereka telah suci, campurilah mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.”

Berikut ini panduan tatacara mandi wajib setelah haid yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Niat

Syarat sah mandi hanya ada satu yaitu niat mandi wajib. Dan ibadah tidak akan diterima Allah kecuali dengan niat yang benar.

Adapun bacaan niat yang harus dibaca yaitu:

نويت الغسل لرفع الحدث الأكبر لله تعالى

“Nawaitu ghusla lirof’il hadatsil akbari lillahi ta’ala”

Artinya:
Saya berniat untuk mandi dalam rangka membersihkan hadas besar semata-mata karena Allah ta’ala.

2. Mandi dengan bacaan basmalah

3. Mencuci kedua tangan, lalu berwudhu.

Bahwasanya Nabi jika beliau mandi junub beliau mulai dengan mencuci kedua tangannya kemudian berwudhu sebagaimana wudhu ketika shalat lalu beliau masukkan jari tangan ke dalam air dan menyela-nyelai pangkal rambut dengannya.

Kemudian beliau menyiramkan air ke bagian kepala tiga kali dengan cidukan kedua tangannya lalu beliau meratakan air tersebut ke seluruh kulit beliau.
(HR. Bukhari No. 248 dan Muslim No. 316)

4. Mengguyur air ke seluruh tubuh

Hakikat mandi adalah mengguyur seluruh badan dengan air, yaitu mengenai rambut dan kulit. Hal ini dapat kita temui di dalam banyak hadits Nabi.

Salah satu di antaranya yaitu hadits ‘Aisyah r.a. yang menggambarkan tatacara mandi Nabi.

“Kemudian beliau mengguyur air pada seluruh badannya.” (HR. An Nasa-i no. 247)

Ibnu Hajar Al Asqolani menggarisbawahi penguatan makna dalam hadits ini yang menunjukkan bahwa saat mandi Rasulullah mengguyurkan air ke seluruh bagian tubuh.”

Menyelah-nyelahi rambut dengan jari-jarinya yang basah dengan air hingga beliau merasa kulit kepala basah merata. Hal ini dimaksudkan agar ketika persediaan air terbatas air tetap menggosok seluruh bagian kulit hingga ujung rambut.

5. Menggunakan sabun dan pembersih lainnya beserta air.

Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah r.a.

Asma’ bertanya kepada Nabi tentang tatacara mandi pada wanita saat haid. Lalu beliau bersabda:

“Salah seorang dari kalian hendaklah mengambil air dan daun bidara, lalu engkau bersuci, lalu membaguskan bersucinya. Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya, lalu menggosok-gosoknya dengan keras hingga mencapai akar rambut kepalanya.

Kemudian hendaklah engkau menyiramkan air pada kepalanya tadi. Kemudian engkau mengambil kapas bermisik, lalu bersuci dengannya.

Lalu Asma’ berkata, “Bagaimana dia dikatakan suci dengannya?”

Beliau bersabda, “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.” Lalu Aisyah berkata seakan-akan dia menutupi hal tersebut, “Kamu sapu bekas-bekas darah haid yang ada (dengan kapas).”

Dan dia bertanya kepada beliau tentang mandi junub, maka beliau bersabda:

“Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dengan sebaik-baiknya bersuci, atau bersangat-sangat dalam bersuci kemudian kamu siramkan air pada kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian mencurahkan air padanya’.”
(HR. Bukhari no. 314 dan Muslim no. 332)

Disunnahkan seorang wanita setelah usai masa haid membersihkan tempat keluarnya darah haid atau Mis V dengan kain. Dengan mengusap bekas darah haid pada kemaluan.

source

  • Bagikan