Minum Pil KB Tapi Tetap Hamil? Ini Penyebabnya

  • Bagikan
Penyebab Minum Pil KB Tapi Tetap Hamil
Penyebab Minum Pil KB Tapi Tetap Hamil

CakrawalaSulsel – Mencegah proses kehamilan dengan menggunakan pil KB adalah metode kontrasepsi yang populer dan efektif.

Namun, beberapa faktor lain dapat mengurangi keefektifan pil KB yang dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan.

Banyak alasan mengapa pil mungkin gagal saat Anda menggunakannya, seperti hari minum pil yang hilang, muntah, dan minum obat tertentu. Pasalnya, Pil KB sangat efektif jika seseorang meminumnya dengan benar.

Berikut Kami memberikan tip tentang cara mencegah kegagalan pil dan menjelaskan beberapa tanda awal kehamilan.

Melansir dari laman, medicalnewstoday, Pil KB umumnya sangat efektif, beberapa situasi dapat mengurangi keefektifannya dan terkadang dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. Ini termasuk:

Hilang satu hari

Produsen bermaksud agar orang meminum pil setiap hari agar menjadi paling efektif. Jika seseorang melewatkan satu hari, kadar hormon mereka mungkin tidak tetap pada tingkat yang cukup konsisten untuk mencegah kehamilan.

Jika seseorang merasa sulit untuk minum pil setiap hari, metode pengendalian kelahiran lain mungkin lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Muntah

Terkadang seseorang mungkin sakit saat meminum pil. Ketika seseorang muntah, pilnya bisa keluar lagi, atau mereka mungkin tidak sepenuhnya menyerapnya ke dalam tubuhnya. Olehnya itu, ketika meminum pil dan Anda mengalami muntah segera minum pil lain.

Tidak meminum pil pada waktu yang sama

Selain minum pil KB setiap hari, Anda juga harus meminumnya pada waktu yang sama setiap hari. Ini bisa menjaga kadar hormon mereka lebih konsisten.

Anda harus selalu meminum pil mini dalam jangka waktu 3 jam yang sama setiap hari. Seseorang yang melewatkan jendela mereka harus menggunakan metode kontrasepsi cadangan selama 2 hari ke depan atau menghindari berhubungan seks.

Banyak orang memasang alarm harian yang mengingatkan mereka untuk minum pil pada waktu yang tepat setiap hari.

Tidak langsung memulai paket baru

Penting untuk memulai paket pil baru sehari setelah menghabiskan yang sebelumnya. Namun, terkadang seseorang mungkin belum memiliki paket barunya. Kehilangan beberapa hari antar kemasan dapat membuat pil kurang efektif dalam mencegah kehamilan.

Menurut CDCSumber Tepercaya, siapa pun yang melewatkan dua pil atau lebih secara berturut-turut harus menggunakan metode kontrasepsi cadangan atau menghindari hubungan seksual sampai mereka meminum pil KB selama 7 hari berturut-turut.

Obat yang mengganggu pil

Beberapa obat dapat membuat pil kurang efektif. Pengobatan termasuk antibiotik tertentu , seperti rifampisin, dan obat antijamur, seperti griseofulvin.

Tanda awal kehamilan

Jika seseorang khawatir tentang kegagalan kontrasepsi dan kemungkinan hamil, berikut beberapa tanda awal yang bisa Anda perhatikan yang bisa menandakan kehamilan:

1. Kembung

Meskipun kembung sering kali merupakan gejala sindrom pramenstruasi, terkadang kembung juga merupakan tanda awal kehamilan.

2. Nyeri payudara

Peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat menyebabkan nyeri payudara di awal kehamilan. Beberapa wanita mungkin juga mengalami gejala, seperti kesemutan, rasa berat, atau perasaan payudara penuh.

3. Bercak ringan

Sedikit perdarahan atau bercak dapat terjadi saat telur menempel pada lapisan rahim. Jika bercak terjadi di luar siklus menstruasi yang diharapkan, itu mungkin merupakan gejala awal kehamilan.

4. Kelelahan yang tidak bisa dijelaskan

Perubahan hormonal yang terjadi pada tubuh saat hamil bisa membuat seseorang merasa lelah, bahkan pada tahap awal.

5. Lebih sering buang air kecil

Perubahan hormonal dapat meningkatkan kebutuhan wanita untuk buang air kecil selama awal kehamilan. Siapa pun yang mengira dirinya hamil mungkin ingin melakukan tes kehamilan di rumah.

Tes ini menjadi lebih sensitif terhadap kadar hormon seseorang dan lebih baik dalam mendeteksi kehamilan pada tahap paling awal.

  • Bagikan