Kenali Penyebab Nyeri Payudara yang Terjadi Pada Wanita

  • Bagikan
Kenali Penyebab Nyeri Payudara yang Terjadi Pada Wanita
Kenali Penyebab Nyeri Payudara yang Terjadi Pada Wanita

CakrawalaSulsel – Nyeri payudara sering terjadi pada wanita dari segala usia dan seringkali dapat menjadi sumber kecemasan.

Nyeri payudara dapat bervariasi dan biasanya dirasakan sebagai nyeri tekan, terbakar, nyeri menusuk tajam, atau nyeri berat. Ini dapat terjadi di kedua payudara, satu payudara, atau di area ketiak.

Melansir dari patient.info, Carolyn Rogers, spesialis perawat klinis di Breast Cancer Care , mengatakan nyeri payudara siklik sangat umum. Kebanyakan wanita dapat hidup dengan ketidaknyamanan sebagai bagian rutin dari siklus menstruasi mereka, tetapi untuk beberapa hal itu hadir sebagai rasa sakit yang parah setiap bulan yang dapat mengganggu aktivitas seksual, sosial dan fisik.

Ada tiga kategori utama nyeri payudara yakni:

1. Nyeri payudara siklis

Nyeri payudara siklis (terkait dengan siklus menstruasi). Nyeri payudara siklis disebabkan oleh fluktuasi hormon selama siklus menstruasi yang membuat jaringan payudara lebih sensitif, meskipun penyebab pastinya tidak diketahui.

Ketidaknyamanan cenderung bilateral (mempengaruhi kedua payudara) dan biasanya terjadi selama seminggu atau lebih sebelum menstruasi. Seringkali rasa sakit disertai dengan perubahan termasuk benjolan dan area jaringan payudara yang menebal, dan perasaan bengkak, nyeri dan berat biasanya hilang setelah menstruasi.

2. Nyeri payudara non-siklik

Nyeri payudara non-siklik (penyebab ganda). Nyeri payudara non-siklik dapat memengaruhi wanita kapan saja dalam hidup mereka dan nyeri dapat terus menerus atau terputus-putus.

Ketidaknyamanan mungkin dirasakan di salah satu atau kedua payudara dan dapat digeneralisasikan atau khusus untuk satu area.

Penyebabnya dapat berupa operasi sebelumnya atau trauma pada payudara, kontrasepsi hormonal dan terapi penggantian hormon (HRT), kehamilan, dan obat-obatan tertentu seperti antidepresan dan tablet kardio.

Mastitis (infeksi yang dapat terjadi pada ibu menyusui, meskipun juga pada wanita menopause) bisa sangat menyakitkan dan biasanya disertai dengan demam tinggi dan kemerahan pada jaringan payudara.

Kondisi jinak (non-kanker) seperti kista dan perubahan fibrokistik juga dapat menyebabkan nyeri.

“Sebagian besar tidak menemukan bahwa mereka memiliki kista payudara sampai mereka menjalani pemeriksaan seperti USG,” kata Rogers.

Biasanya payudara fibrokistik menjadi kental dan nyeri sebelum menstruasi akibat fluktuasi hormonal. Saat menopause, wanita yang menggunakan HRT juga lebih rentan terhadap kista payudara.

Penting untuk disadari bahwa kista ini tidak meningkatkan risiko kanker payudara. Dan nyeri payudara bukanlah gejala umum kanker.

3. Nyeri dinding dada

Nyeri dinding dada (yang terasa seolah-olah terletak di payudara, tetapi sebenarnya berasal dari tempat lain). Juga dikenal sebagai nyeri ekstra-mammae, nyeri ini sering kali dipicu oleh infeksi pernapasan atau trauma di tempat lain yang dapat menyebabkan nyeri rujukan ke payudara, atau nyeri pada dinding dada.

Peradangan tulang rawan tulang rusuk dan tulang dada (sternum) juga dapat menyebabkan nyeri payudara yang dirujuk, terutama kondisi seperti chondritis dan sindrom Tietze.

  • Bagikan