Tinjau Kondisi Gereja Katedral Makassar, Menag: Mari Bergandengan Tangan Perangi Radikalisme

  • Bagikan
Menag Tinjau Kondisi Gereja Katedral Makassar
Tinjau Kondisi Gereja Katedral Makassar, Menag: Mari Bergandengan Tangan Perangi Radikalisme

Makassar, RakyatNews.id – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau langsung kondisi ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral yang berlokasi di Jalan Kajaolalido No 14 Kota Makassar, Senin (29/3/21).

Menag Yaqut bersama rombongan didampingi Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada’ langsung mengecek sejumlah titik di lingkungan gereja.

Menag mengatakan, kunjungannya ke Gereja Katedral untuk menyampaikan simpati kepada pimpinan serta para jemaat gereja Katolik tertua di Makassar. Di lokasi itu, Menag menyatakan mengutuk keras atas aksi terorisme yang menyasar jemaat Gereja Katedral, Minggu (28/3/2021) pagi hingga menyebabkan belasan orang terluka.

Lihat Juga: Pasca Bom Bunuh Diri, Polri Amankan 5 Bom Aktif dan Tangkap 13 Terduga Teroris di Jakarta-Makassar-NTB

“Saya ke sini menyampaikan keprihatinan dan simpati ke Gereja Katedral dan para jemaat. Kita semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” ujarnya.

Dia meminta Uskup Agung Makassar Mgr John Liku Ada’ untuk menenangkan jemaatnya. Meski telah menjadi sasaran pengeboman, Menag berharap jemaat tak perlu khawatir dan tetap menjalankan ibadah seperti biasa.

“Beribadahlah seperti biasa, jangan ketakutan, kita akan lawan, hadapi kelompok-kelompok yang melakukan teror itu,” tegasnya.

Lihat Juga: Kapolri Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Pernah Beroperasi di Wilayah Sulu Filipina

Menag Yaqut mengaku untuk memerangi teror dan radikalisme, hal itu bukanlah ringan. Olehnya itu, dia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan dan bekerja sama melawan musuh bersama tersebut.

“Kita butuh kerja sama semua pihak, media, aparat keamanan, agar tragedi kemanusiaan tidak terulang lagi,” ucapnya.

Menag berharap para pemuka agama agar terus berdakwah dengan mengutamakan jalan yang damai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian. Menurutnya, dengan jalan itu maka agama hakikatnya ditempatkan pada fungsinya, yakni menebarkan kedamaian serta kasih sayang.

Lihat Juga: Kecam Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral, Andi Sudirman Terus Koordinasi Bersama Kepolisian

“Tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan  teror. Saya  berharap nilia-nilai ini terus disampaikan oleh para tokoh agama,” pinta Gus Yaqut.

Selain mengunjungi Gereja Katedral, Menag juga menemui sejumlah korban luka bom di rumah sakit dan memberikan santunan sebagai tanda cinta kasih. Dia berharap, para korban mendapat perawatan terbaik dan segera pulih.

“Saya sangat bersimpati dan memberikan dukungan moral agar mereka diberi ketabahan dan segera sehat kembali,” kata Menag. (*)

  • Bagikan