Larangan Mudik Lebaran 2021 Berlaku 6-17 Mei

  • Bagikan
Larangan Mudik Lebaran 2021 Berlaku 6-17 Mei
Larangan Mudik Lebaran 2021 Berlaku 6-17 Mei

Jakarta, RakyatNews.id – Pemerintah memutuskan larangan mudik lebaran mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Hal itu dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 yang mengalami peningkatan jumlah kasus terutama setelah masa libur panjang seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan, perlu langkah-langkah tegas dalam menanggulangi masalah peningkatan kasus Covid-19. Khususnya menjelang masa libur dan cuti bersama Idul Fitri 1442 Hijriah.

Tingginya angka penularan dan kematian masyarakat maupun tenaga kesehatan akibat wabah Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang, Menko PMK menyebutkan, khususnya setelah libur Natal dan tahun baru kemarin juga perlu menjadi perhatian.

Lihat Juga: Polemik Beras Impor di Tengah Masyarakat, Jokowi Pastikan Beras Petani Diserap Bulog

“Kita harus lakukan langkah tegas agar hal itu tidak terulang kembali,” tegasnya dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Idul Fitri 1442 Hijriah di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/3).

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan peningkatan kasus pada masa libur antara 30-50% baik dari kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif Covid-19.

“Bahkan dampak dari kenaikan kasus pada masa libur Natal dan tahun baru lalu, jumlah kasus aktif Covid-19 sampai saat ini masih terus meningkat,” ungkapnya.

Lihat Juga: PPKM Mikro Tahap 4 Akan Ada Tambahan 5 Provinsi

Menkes menyebutkan total kasus aktif Covid-19 kini berjumlah 130 ribu dengan 80% diantaranya tidak ke rumah sakit (RS) sedangkan 20% ke RS, 5% masuk ruang ICU (Intensive Care Unit) dan sekitar 2% meninggal.

Persoalan lain, kebutuhan RS dari 130 ribu kasus aktif itu mencapai 26 ribu atau sekitar 20% dan apabila jumlah kasus aktif meningkat lagi maka dipastikan kebutuhan RS juga akan semakin banyak.

“Di seluruh dunia kita tahu dalam minggu-minggu terakhir (kasus aktif) naik kembali. Banyak teori mengenai ini tapi saya belum berani bilang yang pasti, tapi ini karena adanya varian terbaru yang dari London,” ujarnya.

“Indonesia baru masuk di bulan Januari dan sampai saat ini kita belum tahu berapa persen, tapi baiknya kita antisipasi jangan sampai kejadian di kita (jumlah kasus naik lagi),” sambungnya.

Lihat Juga: Soal Isu Presiden Tiga Periode, Jokowi: Saya Tegaskan, Saya Tidak Ada Niat

Terkait penerapan larangan mudik, dia memastikan Kemenkes akan menyiapkan posko layanan kesehatan di jalur mudik. Juga ketersediaan obat-obatan dan APD di RS, Puskesmas, dan fasilitas layanan kesehatan juga bekerja sama TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Pemerintah Daerah untuk memperkuat pengamanan hingga tingkat RT/ RW.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, libur Idul Fitri tahun lalu telah mengakibatkan kenaikan rata-rata jumlah kasus harian 68-93% dengan penambahan kasus harian 413-559 serta jumlah kasus mingguan berkisar 2.889-3.917. Sedangkan, persentase kematian mingguan antara 28-66% atau sebanyak 61-143 kasus kematian. (*)

  • Bagikan