3 Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam yang Perlu Diketahui

  • Bagikan
Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam yang Perlu Diketahui
Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Islam yang Perlu Diketahui

RakyatNews.id – Salah satu kewajiban istri adalah untuk selalu taat kepada suami kecuali dalam hal-hal yang melarang aturan agama. Pasalnya, Seorang Istri dituntut untuk menunaikkan kewajibannya serta mendatangkan hak-haknya suami.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)”.

Masih ayat yang sama: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (Q.S An-Nisa’ : 34).

Lihat Juga: Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Alquran dan Hadits Rasulullah

Ayat tersebut telah jelas menunjukkan bahwa suami adalah pemimpin bagi istri-istrinya. Bahkan disitu Allah memberikan hak kepada suami untuk memukul istrinya apabila sang istri sudah benar-benar keterlaluan melanggar ketentuan Allah.

Istri tidak selayaknya untuk menukar kedudukan suami sebagai pemimpin. Seorang istri boleh meminta tolong kepada suaminya, akan tetapi seorang istri tidak boleh menyuruh suami layaknya seorang pembantu.

Secara tersirat ayat ini memberikan nasehat yang mulia kepada seorang istri bahwa selayaknya ia menjadikan suaminya sebagai pemimpin, penuntun, pembimbing, peramut, pelindung, pengayom, dan tempat meminta kasih sayang.

Apabila seorang istri sudah bisa menjadikan suaminya seperti itu maka sungguh ia telah benar-benar menjadi seorang wanita yang shalihah.

Lihat Juga: Al-Quran Surat Al-Fatihah Ayat 1-7, Ketahui Isi dan Maknanya

Selain itu, ayat tersebut juga menunjukkan bahwa besarnya kedudukan dan hak seorang suami. Karena besarnya hak suami.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallampun bersabda :

“Seandanya aku memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seorang yang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR. Tirmidzi : 1159 hadits ini hasan gharib menurut imam tirmidzi, dan hasan shahih menurut syaikh Albani).

Tiga Nasehat Nabi Untuk Istri dan Wanita

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam ditanya :

“Manakah wanita yang terbaik?”

Beliau menjawab :

“Yaitu wanita yang menyenangkan ketika dipandang suaminya, taat ketika diperintah suaminya, dan tidak menyelisihi suami di dalam dirinya dan hartanya dengan apa yang dibenci suaminya” (HR. Nasaiy : 3231)

Nasehat Pertama: Menyenangkan Ketika Dipandang

Perhiasan dunia yang paling indah bagi lelaki adalah istri yang shalihah. Tetapi ia akan menjadi pemandangan yang paling buruk ketika suami tidak merasa senang saat memandangnya. Itulah mengapa wanita yang terbaik adalah istri yang menyejukkan ketika di pandang oleh suaminya.

Apabila engkau mengamalkan nasehat ini, maka demi Allah suamimu akan semakin mencintaimu dan (Insya Allah) enggan untuk berpoligami.

Namun sayangnya, kenyataan justru malah sebaliknya. Istri zaman sekarang lebih banyak enak dipandang ketika dilihat lelaki lain. Ia bersolek agar dianggap cantik oleh lelaki selain suaminya. Tanpa sadar ia telah memberikan kecantikannya kepada orang yang tidak berhak menikmatinya.

Padahal suaminya yang seharusnya berhak menikmati keindahan dan kecantikan istrinya, malah dirampas oleh lelaki lain.

Nasehat Kedua: Taat Ketika Diperintah

Ibarat pasukan perang yang dipimpin oleh seorang panglima, maka panglima itulah yang memiliki hak untuk memberikan perintah dan mengambil keputusan. Sementara tugas prajurit hanyalah mentaati apa yang diperintahkan oleh panglimanya. Bahkan apapun yang diperintahkan oleh panglima maka hendaknya ditaati walaupun harus mengorbankan nyawa.

Begitulah kedudukan suami dalam rumah tangga. Ia merupakan sosok pemimpin yang wajib ditaati oleh seorang istri. Apapun perintahnya, selama tidak keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya maka sang istri wajib mentaati perintahnya.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi hasratnya maka hendaknya ia mendatanginya, walaupun ia sedang berada di dapur.” (HR. Tirmidzi : 1160).

Maka nasehat bagi engkau para istri disini adalah hendaknya engkau taati perintah suamimu. Apabila engkau mentaati suamimu, maka Allah memberikan bonus berupa surga kelak di hari kiamat.

Perhatikanlah hadits Nabi di bawah ini:

Dari Abdurrahman bin Auf, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ketika seorang wanita sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga farjinya, dan taat kepada suaminya, maka ia akan dikatakan (dihari kiamat) : “Masuklah ke dalam surga dari manapun pintu yang engkau mau.” (HR. Ahmad : 1661 kedudukan hadits : hasan lighairihi)

Siapa saja wanita yang shalat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, maka ia bisa masuk ke dalam pintu surga yang ia kehendaki

Nasehat Ketiga: Tidak Menyelisihi Suami dalam Diri dan Hartanya

Inilah pesan beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam yang begitu indah. Karena kemuliaan seorang suami, sang istri dituntut untuk tidak menyelisihi suaminya dalam diri dan hartanya. Maka seorang istri hendaknya menyesuaikan dirinya dengan apa yang disenangi oleh suaminya.

Namun, kebanyakan wanita saat ini merasa lebih tinggi derajatnya dari pada lelaki. Banyak diantara para wanita justru menyelisihi apa yang disenangi oleh suaminya. Sehingga egoisme ini menimbulkan istilah baru, yakni wanita selalu benar dan lelaki selalu salah.

Istilah tersebut seakan-akan memberikan persepsi bahwa istri bisa semaunya sendiri sesuai keinginannya, sedangkan suami harus mengikuti apa yang disenangi oleh istrinya. Mereka berani menyelisihi apa yang disenangi oleh suami dan tidak memperdulikan bahwa yang mereka perbuat adalah perbuatan yang dibenci oleh suami.

Maka adapun nasehat yang indah untuk engkau para wanita adalah hendaknya engkau tidak menylisihi suami baik apa yang ada di dalam dirimu dan hartamu. Sepantasnya engkau menjauhkan diri dari segala hal yang membuat suami membenci terhadap dirimu, baik itu akhlak, penampilan, penggunaan harta suami dan lain sebagainya.

Klik

  • Bagikan