Pengembangan Kawasan Pertanian Akan Berbasis Korporasi Tahun 2022

  • Bagikan
Pengembangan Kawasan Pertanian Akan Berbasis Korporasi Tahun 2022
Pengembangan Kawasan Pertanian Akan Berbasis Korporasi Tahun 2022

Makassar, RakyatNews.id – Pengembangan kawasan pertanian akan berbasis korporasi pada tahun 2022 mendatang. Karena itu, Kementrian Pertanian mulai melakukan koordinasi terkait penentuan lokasi yang berpotensi.

“Untuk masalah lokasinya, kami masih studi kelayakan. Beberapa daerah yang kami kunjungi untuk perkebunan sendiri, seperti Enrekang, dan Luwu, untuk hortikultura di Malino, Kabupaten Gowa,” kata Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian, Abdul Wahid Rauf, saat bertemu Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, di Ruangan Rapat Sekda, Jumat, (19/3).

Lihat Juga: Minta Pelayanan Tepat Sasaran, Plt Gubernur Sulsel: Kita Harus Berusaha Memperbaiki

Untuk hortikultura, kata Wahid, terintegrasi dengan sapi perah dan baru sebatas alternatif.

“Makanya, kami melakukan studi kelayakan sambil melihat plus minusnya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Hayat menyampaikan, yang terpenting adalah kolaboratif. Karena pemerintah provinsi sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat.

“Yang terpenting adalah jangan langsung mengambil alih fungsi dan sebagainya. Karena kita ini betul-betul program yang berbasis riset,” ucap Abdul Hayat.

Lihat Juga: Pemprov Sulsel Dukung Program Katalog dan Marketplace Elektronik di Sulsel

Untuk itu, tambahnya, tugas bersama adalah bagaimana melakukan mapping semua potensi yang ada, baik hortikultura, yang terpadu dan sebagainya, karena akan dikaji secara menyeluruh.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel, Fitriani, menambahkan, pemerintah daerah ikut mendukung apa yang disampaikan oleh Kepala BPTP, selaku perpanjangan tangan dari Kementerian Pertanian. Meski demikian, pihaknya juga akan melakukan kajian terlebih dahulu.

“Pada intinya, pemerintah daerah mendukung, dengan syarat dilakukan survei terlebih dahulu,” kata Fitriani. (*)

  • Bagikan