Bahas MoU KI, Kepala Bidang Yankum Sulsel Sebut Potensi Kekayaan Intelektual Luwu Timur Sangat Beragam

  • Bagikan
Bahas MoU KI, Kepala Bidang Yankum Sulsel Sebut Potensi Kekayaan Intelektual Luwu Timur Sangat Beragam
Bahas MoU KI, Kepala Bidang Yankum Sulsel Sebut Potensi Kekayaan Intelektual Luwu Timur Sangat Beragam

Luwu Timur, RakyatNews.id – Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sulsel, Mohammad Yani mengatakan Potensi Kekayaan Intelektual Luwu Timur sangat beragam. Pada September 2020 lalu, Sekjen Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto telah menyerahkan Sertifikat Indikasi Geografis (IG) Terdaftar Lada Luwu Timur kepada Bupati.

Hal itu diungkapkan Mohammad Yani saat bersama Asisten I Bidang Pemerintahan Pemda Luwu Timur Dohri Ashari membahas Tindak Lanjut penandatanganan MoU di Bidang Kekayaan Intelektual (KI) tentang Fasilitasi Permohonan KI pada rapat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Hotel I Lagaligo Malili Luwu Timur, Rabu (17/03/21).

Pemkab Luwu Timur, kata dia, melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM sejak 3 tahun terakhir 2018-2020 telah rutin memfasilitasi pendaftaran Merek UKM, yakni  masing-masing 25 Merek pada tahun 2018 & 2019 serta 35 Merek pada 2020.

Lihat Juga: Tingkatkan Roda Ekonomi, Kadiv Yankumham Sulsel Serahkan 32 Sertifikat Merek di Luwu Timur

“Kami berharap fasilitasi Merek tersebut berlanjut di tahun 2021 dan kalau bisa meningkat jumlahnya,” kata Yani.

Potensi KI Personal Kabupaten Luwu Timur memiliki komoditi unggulan yang cukup terkenal seperti Olahan Pisang Tanduk yang diolah menjadi Keripik Pisang dan Sale Pisang, Olahan ikan dan hasil laut berupa Abon Ikan Bolu/Tuna/Gabus dan terasi serta produk2 makanan dan minuman dari UMKM.

“Selain itu mengingat demografi Luwu Timur yang juga banyak merupakan warga transmigran (Jawa & Bali), potensi ekonomi dari Luwu Timur di bidang kerajinan tangan juga cukup tinggi, seperti Meubel dan Kain Tenun,” tandasnya.

Lihat Juga: Kakanwil Harun Serahkan 27 Sertifikat Merek kepada Pelaku Usaha

Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual mengatakan, Luwu Timur juga memiliki potensi KI Komunal yang harus segera dicatatkan agar mendapat pelindungan hukum diantaranya Ekspresi Budaya Tradisional yakni Tarian Tradisional (Tari Kajangki, Tari Sumajo, Tari Moriringgo, Tari Miapinelangkai) dan Rumah Adat (Rumah Adat Barugga Maoge Wotu, Rumah Adat Banua Maoge Wotu, Rumah Adat Padoe “Patudu),

“Ada juga Pengetahuan Tradisional seperti Anyaman Teduhu, Permainan Melogo dan Sumber Daya Genetik (Ikan Pangkilang). Dan masih banyak lagi tentunya potensi KI Komunal lainnya yang jika dimanfaatkan dengan baik dan bijak dapat mendongkrak pendapatan asli daerah, khususnya dari sektor pariwisata dan UMKM,” ungkap Feny.

Lihat Juga: Kemenkumham Sulsel Gandeng Pemkab Lutim  Tingkatkan Layanan Kewarganegaraan

Menanggapi Hal tersebut, Pemda setempat siap berkolaborasi dalam meningkatkan pendaftaran Kekayaan Intelektual di Kabupaten Luwu Timur. Asisten I Bidang Pemerintahan, Dohri Ashari mengapresiasi langkah Kanwil Sulsel yang terus menindaklanjuti kerjasama yang dilkukan antara Kemenkumham Sulsel dengan Pemda Luwu Timur.

Menurutnya ini akan berdampak positif bagi masyarakat Luwu Timur terutama dalam Bidang Ekonomi.

Rapat ini melibatkan tiga OPD terkait yakni Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga, dan Dinas Pertanian. (*)

  • Bagikan