Sulsel Terapkan Pelayanan Satu Atap untuk Pekerja Migran Indonesia

  • Bagikan
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Pekerja Migran Indonesia (PMI)
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman

Parepare, RakyatNews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Pekerja Migran Indonesia (PMI), di Jalan Karaengborane Kota Parepare, Sabtu (13/3/21).

Usai peresmian, ia juga meninjau fasilitas di gedung LTSA-PMI tersebut. LTSA-PMI di Kota Parepare berfungsi memberikan pelayanan kepada pekerja migran yang diproses dalam satu atap.

Hal tersebut untuk mempermudah PMI dalam pengurusan hingga pemberangkatan. Mulai dari pelayanan kartu kuning, penerbitan kartu kerja luar negeri, verifikasi kartu ID Calon PMI yang keluar negeri, BPJS, Disdukcapil untuk verifikasi dokumen dasar seperti KK dan KTP, imigrasi.

Tujuan terbentuknya PMI yakni, mewujudkan efektifitas penyelenggaraan pelayanan penempatan dan perlindungan PMI. Memberikan efisiensi dan transparansi dalam pengurusan dokumen, mempercepat peningkatan kualitas pelayanan PMI.

Lihat Juga: Plt Gubernur Sulsel Komitmen Lanjutkan Program Strategis Untuk Toraja

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare tentang pelayanan pekerja migran Indonesia

Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, hadirnya LTSA-PMI ini atas kerjasama berbagai pihak. “Ketika yang mengurus (PMI) harus mengurus ke tujuh tempat (instansi), rumit prosesnya. Sekarang sudah terpadu satu atap. Sudah terintegrasi,” jelasnya.

Andi Sudirman berharap, dengan hadirnya LTSA-PMI ini bisa menjadikan PMI sebagai tenaga kerja yang legal. Andi Sudirman pun bercerita pengalamannya bekerja sebagai profesional di luar negeri. Ia juga berharap pihak perusahaan maupun pemerintah bisa bersama-sama melakukan pelatihan untuk meningkatkan keahlian tenaga kerja.

Lihat Juga: Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi, Bupati Adnan: ASN yang Menolak Akan Disanksi

“Yang paling penting dalam bekerja, trust (kepercayaan), menjaga komitmen yang terdepan,” pesannya.

Ia pun mengaku, jika jangan melihat sesuatu hal dari bentuk gedungnya. Namun bagaimana menjaga pelayanan dengan keramahan yang baik. “Kami berharap kedepan dapat mendorong sistem green economy yang berkelanjutan, sistem untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial dengan kearifan lokal, dan tetap bisa diwariskan,” pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, mengaku senang atas hadirnya LTSA-PMI di Kota Parepare. Ia yakin, Parepare bisa menjadi wajah terdepan di Sulsel.

Lihat Juga: Tahap Akhir, Bendungan Karalloe Siap Suplai Air Irigasi di Kabupaten Gowa

“Kami sangat berkomitmen kuat dan bangga. Dengan LTSA-PMI, pengurusan bisa ditekan agar semua sesuai prosedur. Apalagi disupport dengan kehadiran Bapak Plt Gubernur,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Suhartono mengatakan, persoalan TKI perlu ditangani sekitar 16 instansi. Ia menuturkan, bahwa perlunya memberdayakan dan melatih peningkatan kompetensi bagi pencari kerja.

Lihat Juga: Dibuka Maret, Ini Pilihan Prodi Beasiswa Santri Berprestasi 2021

“Bukan hanya koordinasi, perlu berkolaborasi. Pemerintah harus bisa memberikan ruang informasi lowongan pekerjaan kepada pencari kerja. Harus memperlihatkan sejauh mana negara hadir untuk memberikan akses lowongan kerja. Ini jadi tugas bersama,” bebernya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Andi Darmawan Bintang, menambahkan, salah satu wilayah penyumbang terbesar tenaga kerja di luar negeri adalah dari Sulsel. Apalagi di Parepare ada pintu keluar masuk pelabuhan. (*)

  • Bagikan