Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Alquran dan Hadits Rasulullah

  • Bagikan
Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Alquran dan Hadits Rasulullah
Kewajiban Istri Terhadap Suami dalam Alquran dan Hadits Rasulullah

RakyatNews.id – Kewajiban istri terhadap suami merupakan suatu kewajiban untuk dilakukan dalam suatu hubungan rumah tangga.

Istri yang baik juga mampu membuat kebutuhan suaminya sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri, menawarkan kasih sayang dan harapan tanpa harus diminta agar dia bisa bersukacita menjadi suami yang baik.

Dalam Alquran telah dijelaskan bahwa seorang istri yang saleh ialah yang taat kepada Allah dan memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada atau berada di luar rumah.

Lihat Juga: 4 Proses Menuju Nikmatnya Membaca Al Quran

Seorang istri yang telah menikah atau bersuami, tentunya telah diberikan jaminan berupa nafkah oleh suaminya. Baik itu nafkah yang lahir maupun batin.

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam surat An Nisa ayat 34.

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka).”

Dari ayat diatas dijelaskan bahwa seorang suami menjadi pelindung atau pemimpin bagi perempuan dalam rumah tangganya. Maka dari itu hendaknya seorang istri sangat diwajibkan menjaga dirinya dari hal-hal yang tak elok.

Lihat Juga: Kisah Al Baqarah (Sapi Betina) di Zaman Nabi Musa

Masih ayat yang sama Allah bersabda:

“Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu) pukullah mereka.”

Allah pun memberikan kewajiban kepada suami untuk memberikan nasehat dan memukul istrinya jika melanggar ketentuan Allah yakni jika istri menolak keinginan suaminya saat membutuhkan kasih sayang (berhubungan badan).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika seorang suami mengajak istrinya untuk memenuhi hasratnya maka hendaknya ia mendatanginya, walaupun ia sedang berada di dapur.” (HR. Tirmidzi).

Dari pesan Rasulullah diatas sangat jelas bahwa ketika suami meminta seorang istri untuk melayani kebutuhannya untuk berkasih sayang (berhubungan badan) maka istri wajib melayani suaminya, meski dia sedang dalam keadaan sibuk di dapur.

Lihat Juga: Kisah Muhammad Ali yang Lahir dari Keluarga Kulit Hitam yang Miskin

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda untuk kewajiban istri terhadap suami.

“Jika seorang pria mengajak istrinya ke ranjang, lantas istri enggan memenuhinya, maka malaikat akan melaknatnya hingga waktu shubuh” (HR. Bukhari dan Muslim).

Istri memang diwajibkan mentaati perintah suami. Namun, tidak semua perintah harus ditaati, yaitu saat suami memerintahkan sesuatu yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada ketaatan dalam perkara maksiat. Ketaatan itu hanya dalam perkara yang ma’ruf (kebaikan),” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pun bersabda :

“Seandanya aku memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada seorang yang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya” (HR. Tirmidzi)

Kedudukan suami dalam rumah tangga merupakan sosok pemimpin yang wajib ditaati oleh seorang istri selama itu tidak keluar dari ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

Lihat Juga: Madinah Ditetapkan Salah Satu Kota Tersehat di Dunia

Dalam surat An Nuur ayat 31, Allah bersabda,

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat.”

“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan.”

Kewajiban istri terhadap suami tentunya mampu menjaga harta dan kehormatan suami agar tetap harmonis.

Lihat Juga: 6 Manfaat Buah Semangka untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

Allah SWT berfirman:

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai Ahlulbait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab : 33).

Dalam hadist dari Abu Hurairah RA, beliau mengatakan Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Sebaik-baik perempuan ialah seorang perempuan yang apabila engkau melihatnya, engkau merasa gembira. Jika engkau perintah, dia akan mentaatimu. Dan jika engkau tidak ada di sisinya, dia akan menjaga hartamu dan dirinya”.

Inilah yang yang dibutuhkan dan diidam-idamkan soerang suami yang menyejukkan ketika di pandang oleh olehnya. (RN)

  • Bagikan