Kepala Rudenim Sampaikan Enam Poin kepada 20 Pemilik Tempat Pengungsi Asing dalam Sosialisasi ZI

  • Bagikan
Kepala Rudenim Sampaikan Enam Poin kepada 20 Pemilik Tempat Pengungsi Asing dalam Sosialisasi ZI
Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar saat sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang diikuti 20 Pemilik Tempat Pengungsi Asing di Aula Rudenim, Selasa (2/3).

Makassar, RakyatNews.id – Sebanyak 20 pemilik/pengelola tempat penampungan pengungsi dari Luar Negeri yang berada di Kota Makassar mengikuti Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang diselenggarakan oleh Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Makassar di Aula Rudenim, Selasa (2/3).

“Sengaja diundang pemilik/pengelola sebagai pengguna layanan kami, karena tujuan dari pembangunan Zona Integritas adalah meningkatnya kepuasan pengguna layanan. Salah satunya adalah pemilik/pengelola wisma,” ujar Kepala Rudenim Makassar Alimuddin.

Lihat Juga: Rudenim Makassar Terbitkan 1.674 Kartu Identitas Pengungsi Asing dan Wajib Lapor

Selain sosialisasi, Alimuddin menekankan pentingnya kerjasama antara pemilik/pengelola dengan Rudenim Makassar untuk mengatasi dampak negatif dari keberadaan pengungsi.

“kami menerbitkan pemberitahuan untuk disosialisasikan ke pengungsi terkait beberapa larangan, selama pengungsi berada di Indonesia, khususnya di Kota Makassar,” ucap.

Pria kelahiran Parepare ini menyebutkan enam isi pemberitahuan yaitu, pertama, Pengungsi harus tinggal di tempat yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Kecuali telah diberikan izin tertulis untuk dipindahkan atau dikeluarkan untuk alasan tertentu,” katanya.

Lihat Juga: Sambut Hari Bhakti Imigrasi ke-71, Rudenim Makassar Salurkan Bantuan Korban Gempa Sulbar

Kedua lanjut Alimuddin, Pengungsi tidak diizinkan untuk berada di area pelabuhan udara atau laut, kecuali didampingi oleh petugas dari imigrasi.

Ketiga, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Pengungsi tidak diperbolehkan untuk menerima tamu di dalam kamar ataupun mengizinkan tamu tinggal di tempat tinggal yang disediakan untuk mereka.

Keempat, Pengungsi harus taat terhadap peraturan yang berlaku di Indonesia, termasuk tidak boleh mencari kerja, melakukan kegiatan yang berhubungan dengan mendapatkan upah, mengendarai kendaraan tanpa Surat Izin Mengemudi serta menjaga ketertiban lingkungan sekitarnya.

Lihat Juga: Dua Organisasi Bantuan Hukum Sulsel Sabet Penghargaan Menkumham

Kelima Alimuddin mengatakan Pengungsi harus melaporkan diri ke Rumah Detensi Imigrasi Makassar secara berkala 1 (satu) kali dalam sebulan untuk peneraan stempel pada Kartu Identitas Pengungsi.

Dan keenam, Pengungsi tidak diperbolehkan berada di luar tempat penampungan diatas Pukul 22.00 WITA, kecuali telah mendapatkan izin dari petugas Rudenim.

Lihat Juga: Kanwil Kemenkumham Sulsel Raih Peringkat Terbaik Pertama Penyelenggara Bantuan Hukum

“Harapan kami, mereka mematuhi pemberitahuan yang kami edarkan, sehingga keberadaan pengungsi di Kota Makassar tak menimbulkan kegaduhan baik ke masyarakat sekitar, maupun ke pemerintah. Dan apabila mereka melanggar, kami terpaksa akan kami tindak,” tegas Alimuddin. (*)

  • Bagikan