BRSAMPK Toddopuli Makassar Merespon Balita Penderita Hidrosefalus di Jeneponto

  • Bagikan
BRSAMPK Toddopuli Makassar Merespon Balita Penderita Hidrosefalus di Jeneponto
BRSAMPK Toddopuli Makassar Merespon Balita Penderita Hidrosefalus di Jeneponto (Ist)

Jeneponto, RakyatNews.id – Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Toddopuli Makassar menurunkan Tim Respon Kasus untuk merespon berita yang beredar di Media Sosial soal Balita Penderita Hidrosefalus di Kabupaten Jeneponto.

Tim Respon Kasus yang terdiri dari Pekerja Sosial dan Perawat didampingi Sakti Peksos dan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto melakukan Asesmen awal terhadap balita tersebut.

Dari Hasil Asesmen Balita Penderita Hidrosefalus bernama Fina Anggraini berumur 2 tahun. Fina Anggraini tinggal bersama kedua orangtuanya dikampung Rannayya Kelurahan Tolo Barat Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.

Lihat Juga: Kemensos Akan Koordinasi ke Kementerian Keuangan Sebelum Lelang Barang Hadiah

Rahman Orang Tua Fina menuturkan bahwa anaknya lahir normal akan tetapi setelah umur 6 bulan muncul benjolan di kepala yang makin hari makin membesar.

“Sekitar umur 8 bulan akhirnya dibawa ke dokter dan di anjurkan untuk dioperasi di RSWS Wahidin. Dalam waktu sebulan sepekan itu dilakukan operasi selama 3 kali,” tutur Rahman, dikutip di laman kemensos, Senin (1/3).

Lihat Juga: Kemensos Serahkan Kursi Roda ke Penyintas Bencana Banjir Majene

Dalam tindakan operasi, lanjut Rahman, dipasanglah selang dibagian kepala hingga bagian perut dengan tujuan mengeluarkan cairan yg ada dikepala. Beberapa bulan kemudian dilakukan lagi operasi ke 4 untuk menyeimbangkan besar kepala antara sisi bagian kanan dan kiri.

“Selama anak mengidap penyakit ini, kelainan penyakit bawaan yg sering muncul hanyalah demam dan batuk,” terangnya.

Tidak ada penyakit bawaan lainnya yg lebih serius. Kondisi tubuh lainnya mengalami perkembangan yang abnormal tidak seperti dengan anak yang seusianya tetapi belum mengalami perubahan.

Lihat Juga: Jokowi Sebut 7 Bansos Akan Dilanjutkan Tahun Ini

Tubuh kecil, pergerakan terbatas hanya bisa menggoyangkan kaki, tersenyum dan mampu merespon ketika memanggil namanya.

Biaya Pengobatan dan operasi ditanggung pemerintah melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Rahman masih berharap bantuan dari pemerintah dan masyarakat mengingat anaknya masih membutuhkan perawatan, pemenuhan gizi anak dan juga pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Lihat Juga: Manfaat Rutin Minum Rebusan Kunyit yang Perlu Diketahui, Ini Cara Buatnya

Sunniati, Pekerja Sosial dari Balai Anak “Toddopuli” di Makassar memberikan Motivasi dan penguatan sebagai bentuk layanan ATENSI kepada Orang Tua. “Kita melakukan Asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan anak,” katanya. (*)

  • Bagikan