Setubuhi Anak Dibawah Umur, Buruh Bangunan di Gowa Diringkus Polisi

  • Bagikan
Setubuhi Anak di Bawah Umur, Buruh Bangunan di Gowa Diringkus Polisi
Setubuhi Anak di Bawah Umur, Buruh Bangunan di Gowa Diringkus Polisi

GOWA, RAKYATNEWS.ID – Seorang buruh bangunan berinisial SPM (26) diringkus unit PPA dan Tim Anti Bandit Polres Gowa. SPM (26) ditangkap lantaran melakukan aksi persetubuhan terhadap anak di bawah umur berinisial NUZ (15).

KBO Reskrim IPTU Mas Jaya mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan tersangka SPM (26) pada Rabu, 09 Desember 2020 pukul 13.00 Wita, terhadap korbannya berinisial NUZ (15) yang merupakan seorang pelajar.

Ia menjelaskan, kronologis kejadian berawal pelaku bertamu ke rumah korban di BTN Citra Borongloe, Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

“Saat itu pelaku merayu korban dan menjanjikan akan menikahi korban jika ingin berhubungan badan. Setelah berhasil merayu kemudian pelaku membawa korban ke dalam kamar lalu melakukan aksi bejatnya,” katanya saat menggelar jumpa Pers pada Rabu (17/02/2021).

Lihat Juga: Bejat! Seorang Ayah di Gowa Tega Laukan Cabul Terhadap Anak Tirinya

Lanjut ia menjelaskan bahwa aksi tersebut terungkap setelah seorang saksi mendatangi rumah korban untuk mengembalikan mangkok yang dipinjamnya dimana saat itu saksi melihat pelaku keluar dari kamar.

Setelah kejadian pihak keluarga melaporkan kejadian, selanjutnya pada Selasa, 02 Feb 2021 Pukul 01.00 Wita, Unit PPA dan tim anti bandit mendapatkankan informasi tentang keberadaan pelaku di rumahnya.

Lihat Juga: Minta Dikirimkan Video, Anak di Bawah Umur diamankan Polisi

“Personel kemudian melakukan penggerebekan di rumah tersangka dan berhasil meringkus saat tersangka bersembunyi di bawah ranjang,” terangnya.

IPTU Mas Jaya membeberkan, dari penangkapan tersebut berhasil disita beberapa barang bukti diantaranya 2 lembar BH korban, 2 lembar celana dalam korban, 1 lembar celana short korban dan 2 lembar daster milik korban.

Lihat Juga: 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Diamankan Sat Narkoba Polres Gowa

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya penyidik PPA Polres Gowa menjerat tersangka dengan Pasal 81Jo Pasal 76 D UU No.17 tahun 2016 tentang penetapan perpu No. 01 tahun 2016 ttg perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 5 Milyar,” jelas IPTU Mas Jaya.

  • Bagikan