BPOM Makassar Ajak PKK Bermitra Edukasi UMKM

  • Bagikan
BPOM Makassar Ajak PKK Bermitra Edukasi UMKM
BPOM Makassar Ajak PKK Bermitra Edukasi UMKM

MAKASSAR, RAKYATNEWS.ID – Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Hardaningsih, menemui Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Lies F Nurdin, di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/2).

Kedatangan Hardaningsih tersebut, untuk mengajak PKK bermitra dalam mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami ingin mengajak PKK bekerjasama, khususnya dalam penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai ijin BPOM,” kata Hardaningsih.

Ia menuturkan, PKK memiliki banyak UMKM binaan, yang tentunya membutuhkan ijin BPOM. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami mengenai prosedur ijin, hingga produk mana saja yang membutuhkan ijin BPOM.

“Olahan ikan seperti otak-otak, misalnya. Itu tidak butuh ijin BPOM. Cukup ijin PIRT dari Dinas Kesehatan. Tetapi, jika otak-otak ini dikemas dalam model frozen food atau makanan beku, ini butuh ijin BPOM,” jelasnya.

Lihat Juga: TP PKK Sulsel Susun Program Kegiatan Kebutuhan Masyarakat

Selain dalam hal perijinan BPOM, Hardaningsih juga mengajak PKK bermitra dalam hal edukasi mengenai obat dan kosmetik.

“Ada banyak informasi berupa edukasi yang bisa kita kerjasamakan. Selain dalam hal produk olahan makanan, juga mengenai obat dan kosmetik,” imbuhnya.

Lihat Juga: Lies F Nurdin Bagi Tips untuk Pengembangan Koperasi Wanita

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, memberikan apresiasi yang positif. Ia mengakui, UMKM binaan PKK banyak yang mengeluhkan terkait prosedur ijin. Mereka belum mengetahui, mana produk yang harus mengantongi ijin BPOM, dan mana yang cukup ijin PIRT dari Dinas Kesehatan.

“Persoalan ijin BPOM ini memang sangat penting. Karena produk-produk olahan makanan tidak akan bisa masuk retail, kalau tidak ada ijin BPOM,” ujarnya.

Lihat Juga: Lies F Nurdin Sebut Kolaborasi dan Sinergi Kunci Atasi Berbagai Persoalan Sosial di Masyarakat

Khusus untuk edukasi mengenai obat dan kosmetik bersama pengurus PKK, Lies berharap bisa dilakukan bersama BPOM dalam waktu dekat. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, sosialisasi edukasi bisa dilakukan secara virtual.

“Mengenai olahan makanan yang harus mengantongi ijin BPOM, keamanan obat dan kosmetik itu penting diketahui oleh pengurus PKK. Sosialisasinya bisa kita lakukan secara virtual dalam waktu dekat,” kata Lies. (*)

  • Bagikan