PPKM Skala Mikro Bakal Dilaksanakan, Doni Monardo Sebut Ujung Tombaknya RT/RW

  • Bagikan
PPKM Skala Mikro Bakal Dilaksanakan, Doni Monardo Sebut Ujung Tombaknya RT/RW
PPKM Skala Mikro Bakal Dilaksanakan, Doni Monardo Sebut Ujung Tombaknya RT/RW

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro dalam waktu dekat akan dilaksanakan, salah satunya dengan pelaksanaan Desa Tangguh Covid-19.

PPKM juga nantinya akan dibentuk Posko Tanggap Covid-19 tingkat Desa/Kelurahan.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan, pelaksanaan PPKM skala mikro ini ujung tombaknya adalah RT juga RW.

Lihat Juga: Dampak Covid-19, Insentif Pajak Diperpanjang Hingga 30 Juni 2021

“Sebagaimana yang telah diperintahkan bapak Presiden Jokowi, beliau menginginkan pengendalian Covid dapat berada pada skala yang terendah yaitu di tingkat Desa dan Kelurahan. Namun dalam pelaksanaannya ujung tombaknya adalah RT dan juga RW,” kata Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, dikutip okezone.com, Minggu (7/2/2021).

“Jadi kita harapkan pertemuan hari ini adalah pertemuan terakhir sebelum SOP tentang pengendalian Covid yang berskala mikro ini akan kita terbitkan dalam bentuk Surat Edaran,” lanjutnya.

Oleh karenanya, lanjut Doni, masukan dari sejumlah pejabat sangat penting dan kita sangat berharap bahwa ini adalah strategi yang efektif.

“Ini adalah strategi yang pamungkas karena berbagai langkah dan cara telah tertempuh,” harapnya.

Lihat Juga: Dirjen Prof Kadir Sebut Pembayaran Klaim RS Covid-19 Berjalan Lancar

Doni membeberkan bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

“Sudah hampir 1 tahun kita bertempur berperang menghadapi Covid, namun kasusnya bukannya semakin rendah, kasus aktif kita termasuk yang tertinggi saat ini di dunia,” bebernya.

Dikatakan Doni, kita memiliki pasien Covid 175.000 orang, artinya ada 175.000 orang kasus Covid-19 saat ini di Tanah Air. Jika kasus Covid-19 tidak segera dikendalikan dengan memutus mata rantai penularannya, maka rumah sakit kita tidak akan mampu untuk merawat pasien.

“Dan yang pasti juga tenaga kesehatan kita sangat terbatas. Korban dari para pejuang kemanusiaan dokter dan perawat dan tenaga kesehatan lainnya sudah cukup banyak,” sambungnya.

“Oleh karenanya sekali lagi strategi kita untuk menangkal Covid di tingkat yang terendah di tingkat RT/RW bisa kita jadikan sebagai salah satu strategi baru tetap berbasis kolaborasi, kesepakatan antara semua komponen antar Desa, Kelurahan sampai dengan tingkat RT/RW,” tutup Doni.

  • Bagikan