Sebanyak 95 Warga Binaan Ikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan

  • Bagikan
Sebanyak 95 Warga Binaan Ikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan
Sebanyak 95 Warga Binaan Ikuti Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan

MAKASSAR, RAKYATNEWS.ID – Sebanyak 95 Orang warga binaan mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sebagai salah satu syarat untuk mengikuti program pembinaan lanjutan, salah satunya tentang pemberian hak asimilasi sesuai dengan Permenkumham No. 32 Tahun 2020.

Dalam hal ini, sidang TPP dihadiri oleh anggota sidang yang merupakan jajaran pejabat struktural Rutan Makassar beserta salah seorang JFT Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kota Makassar, yang bertempat di ruang besukan, Sabtu (16/1).

Ketua sidang TPP Darmansyah menyebutkan bahwa pemberian hak asimilasi masih diperpanjang untuk tahun 2021 yang disambut tepuk tangan oleh warga binaan yang hadir.

“Namun perlu diingat dan kembali digaris bawahi bahwa pemberian hak asimilasi tidak serta merta membuat bapak/ibu bebas dari segala tuntutan,” sebut Darmansyah saat memimpin sidang.

“Masih ada beberapa aturan yang mengikat salah satunya tentang harus patuh terhadap semua ketentuan hukum selama menjalani program asimilasi,” lanjutnya.

Sementara Ilham Taufik salah seorang PK Bapas yang turut hadir mengingatkan, kapanpun pemberian hak asimilasi dapat dicabut jika warga binaan terindikasi melakukan pelanggaran utamanya masalah hukum.

“Jadi jangan berpikir bahwa bapak/ibu sudah bebas dari tuntutan hukum, tetap ada aturan yang mengikat dan sanksi yang lebih jika kedapatan kembali bermasalah dengan proses hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Administrasi dan Perawatan, Nelman berharap pemberian hak asimilasi dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan untuk kembali menata kehidupan yang lebih baik.

“Segera hubungi keluarga bapak/ibu untuk segera melengkapi berbagai persyaratan administrasi, dan ingat kembali saya tekankan segala bentuk pelayanan tidak dipungut biaya,” ujarnya.

“Jadi sampaikan kepada keluarga bapak/ibu, usah sungkan lengkapi persyaratannya karena tidak akan dipungut biaya sama sekali,” tutup Nelman. (*)

  • Bagikan