Kapolres Tana Toraja Hentikan Pesta Pernikahan di Kec Gandasil

  • Bagikan
Kapolres Tana Toraja Hentikan Pesta Pernikahan di Kec Gandasil
Kapolres Tana Toraja Hentikan Pesta Pernikahan di Kec Gandasil

TANA TORAJA, RAKYATNEWS.ID – Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu kembali menghentikan pesta resepsi pernikahan yang berlangsung di Jalan Poros Mebali-Gandangbatu, Dusun Pangala Lembang Buntu Ta’bang, Kecamatan Gandasil, Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (16/01/2021) pagi.

Informasi yang diperoleh dari Kepolisian. Resepsi Pernikahan yang dilangsungkan oleh Wiwik & Tallu dengan penanggung jawab kegiatan bernama Simon Duruk, yang dilaksanakan di rumah Keluarga Benyamin Padudung, B.Sc, tersebut tidak memiliki ijin keramaian dari Polres Tana Toraja.

Selain tak memiliki ijin keramaian, juga melanggar Protokol Kesehatan Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta mengumpulkan banyak orang. Ditemukan kurang lebih 500 orang tamu undangan yang berada di dalam area resepsi pernikahan.

Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu didampingi Kasat Intelkam AKP Slamet Paryanto dan tim Mobile Covid-19, setibanya di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita, di pesta tersebut yang didapati kerumunan, Kapolres bersama tim segera mengambil tindakan dengan melakukan penghentian resepsi pernikahan tersebut dan mengimbau para tamu undangan agar meninggalkan lokasi pesta yang sedang berlangsung.

Kapolres mengatakan, kerumunan banyak orang lantaran sebuah pesta yang melanggar protokol kesehatan itu sangat berbahaya. Pasalnya, kerumunan dapat menjadi sarana bagi penyebaran Covid -19 secara massal dan itu mengancam keselamatan masyarakat.

Lihat Juga: 3 Lokasi Pesta Rambu Solo Dihantikan oleh Kapolres Tana Toraja

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan kepada penanggung jawab acara dan pihak keluarga bahwa saat ini Rumah Sakit Lakipadada sudah tidak mampu lagi menampung pasien Covid -19.

“Rumah Sakit Lakipadada sudah over kapasitas, karena banyaknya pasien covid yang di rujuk dalam setiap harinya. Bahkan sudah setiap hari ada warga Tana Toraja yang meninggal karena Covid, penyebaran ini harus kita cegah bersama,” tegasnya.

Kami Polres Tana Toraja, akan terus menindak dengan tegas setiap kegiatan masyarakat yang mengumpulkan banyak orang, demi keselamatan masyarakat.

“Karena keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi,” terang Kapolres.

Resepsi pernikahan tersebut dihentikan sekitar pukul 12.30 Wita. Para tamu undangan membubarkan diri dan dikawal oleh Personel Polres Tana Toraja.

Perlu diketahui, sebelumnya Kapolres Tana Toraja telah mengeluarkan himbauan kepada segenap masyarakat Tana Toraja untuk tidak melakukan kegiatan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, bahkan himbaun tersebut disertai dengan Tindakan tegas penerapan pasal pasal KUHP dan UU Karantina Kesehatan.

Berikut imbauan Kapolres Tana Toraja dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Polres Tana Toraja mengimbau kepada segenap masyarakat Tana Toraja, Untuk :

Pertama, tetap patuh dan disiplin pada protokol kesehatan dengan menerapkan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga Jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas

Kedua, tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak orang, terutama pesta pernikahan dan pesta adat kematian yang akan mengumpulkan banyak orang.

Jika imbauan di atas tidak dilaksanakan atau dilanggar, maka Polres Tana Toraja tidak segan-segan akan menindak tegas dan menerapkan sebagai tindak pidana dengan ketentuan hukum nya sebagai berikut: Pasal 93 UU RI No. 16 Thn 2018 Tentang Karantina Kesehatan, Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, Pasal 218 KUHP.

Dan sebagai tindak lanjut dari penghentian resepsi pernikahan yang berlangsung di kediaman Benyamin Padudung, B.Sc, pihak Polres Tana Toraja melakukan Tindakan Kepolisian berupa pemanggilan Camat Gandasil, Kepala Lembang Buntu Ta’bang dan penanggung jawab kegiatan guna di lakukan pemeriksaan, bahkan Kapolsek Mengkendek juga ikut di periksa utk diambil keterangannya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan, menjelaskan, langkah ini kedepannya akan dilakukan secara menyeluruh di wilayah hukum Polda Sulsel demi pencegahan penyebaran Covid-19.

“Apabila masih ditemukan ada masyarakat masih tidak mengindahkan himbauan, maka akan diambil langka tegas, sesuai prosedur hukum, ini sudah perintah Kapolri untuk dilaksanakan sampai ke Daerah. Sehingga kalau masih ada yang melakukan pelanggaran terhadap maklumat ini, maka akan kami terpaksa ambil tindakan tegas,” tegas Kabid Humas.

Langkah ini, kata Kabid Humas, adalah bentuk keseriusan pihak kepolisian dalam bekerjasama dengan semua pihak untuk menekan penyebaran Covid-19 di Sulsel.

“Untuk itu, kami imbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Sulsel, demi kebaikan dan keselamatan bersama mohon untuk menahan diri berdiam diri di rumah saja jika tidak ada hal penting atau urgen. Demi mencegah penyebaran covid-19 di Sulsel,” imbuh Kabid Humas.

Untuk Polda Sulsel dan wilayah jajaran lainnya, penegasan pembubaran ditempat keramaian juga akan diberlakukan sesuai Maklumat Kapolri. “Intinya Kapolda juga telah memerintahkan para Kapolres jajaran serta personilnya untuk mengambil langkah tegas, dengan tetap mengedepankan tindakan persuasif dan humanis,” tandas Kabid Humas.

  • Bagikan