Antisipasi Gempa Susulan, Pengungsi Dipusatkan di Stadion Mamuju

  • Bagikan
Antisipasi Gempa Susulan, Pengungsi Dipusatkan di Stadion Mamuju
Antisipasi Gempa Susulan, Pengungsi Dipusatkan di Stadion Mamuju

MAKASSAR, RAKYATNEWS.ID – Mengantisipasi terjadinya gempa susulan yang bisa membahayakan masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar), kini Pemerintah Sulbar menempatkan para pengungsi yang akan dipusatkan di Stadion Mamuju.

Kepala Pelaksana BPBD Sulbar Darno Majid menyatakan, atas nama Pemerintah Sulbar, BPBD dan instansi terkait lainnya, telah memutuskan seluruh pengungsi di tempatkan sementara di Stadion Mamuju.

Lihat Juga: Dilanda Gempa, Wagub Sulsel Ajak Masyarakat Turut Doakan Warga Sulbar

Begitu juga yang ada di Kabupaten Majene, mengingat masih banyak pengungsi yang tidak tahu dimana lokasi paling aman.

“Tadi kesepakatan kita, titik pengungsi ditempatkan di stadion, di situ aman dan jauh dari potensi bila terjadi gempa susulan dan tsunami,” ucapnya Darno, dikutip ANTARA, Jumat (15/1).

Lanjut ia mengatakan, dengan lokasi penempatan tersebut untuk memudahkan pengawasan seperti distribusi makanan dan lainnya.

Saat ini, kata Darno, masih terlihat gelombang pengungsi di depan Rumah Jabatan Gubernur dan kantor BPBD setempat.

“Stadion di Mamuju dan Majene untuk menempatkan sementara pengungsi. Mereka juga harus diawasi agar mengantisipasi kondisi yang saat ini belum stabil, karena masih terasa gempa susulan dan ada kemungkinan potensi tsunami,” katanya.

“Kami atas nama Pemprov Sulbar,dan atas arahan gubernur dan wakil gubernur, sekda mengimbau masyarakat, kalau mengungsi cari tempat yang aman, jangan sampai mengungsi ke gunung, lantas gunung itu longsor,” lanjutnya.

Lihat Juga: Gempa 6,2 SR di Majene, Pertamina Pastikan Sarana dan Fasilitas Pertamina dalam Kondisi Aman

Ia mengaku masih menunggu laporan resmi dan terus berkoordinasi dari pihak BPBD Kabupaten Mamuju dan Majene, serta kabupaten lain yang terdampak.

Selain itu, ia menyebutkan kondisi saat ini, aliran listrik padam, jaringan telekomunikasi juga ikut terputus, sehingga menghambat koordinasi penanganan bencana.

Olehnya itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN serta provider penyedia layanan komunikasi segara memperbaiki jaringan tersebut.

“Sekarang ini dilakukan evakuasi korban. Data-data yang diberikan masih data awal, sementara melakukan pencarian data,” sebutnya.

  • Bagikan