Menkes Ajak Semua Pihak untuk Proaktif dalam Penanganan Covid-19

  • Bagikan
Menkes Ajak Semua Pihak untuk Proaktif dalam Penanganan Covid-19
Menkes Ajak Semua Pihak untuk Proaktif dalam Penanganan Covid-19

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengajak semua pihak untuk proaktif dalam upaya pencegahan tersebut.

“Apa yang kita lakukan itu sifatnya semua di hilir, semua itu meng-handle akibatnya, semua itu reaktif. Kita harus pelan-pelan bergeser ke cara penanganannya proaktif, di hulu, dan penyebabnya,” ujarnya dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/1).

Menkes mengatakan, upaya dari sisi hulu tersebut dibutuhkan selain untuk mencegah banyaknya orang yang terpapar Covid-19 juga untuk mengurangi beban rumah sakit dan juga tenaga kesehatan.

Lihat Juga: Kemenkes Kirim SMS Blast Serentak untuk Penerima Vaksin Covid-19

“Kita harus membantu mereka dengan menaati protokol kesehatan. Saya minta tolong patuhi protokol kesehatan: pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan jangan berkerumun,” pinta Menkes, dikutip dari laman setkab.

Menkes menyebutkan jumlah tenaga kesehatan yang meninggal di masa pandemi sudah mencapai lebih dari 500 jiwa.

“Mari kita hormati rekan-rekan tenaga kerja kesehatan yang sudah mendahului kita agar pengorbanan mereka itu tidak sia-sia. Mereka memerangi pandemi ini dan semoga kita bersama bisa mengatasi pandemi ini,” sebutnya.

Lihat Juga: Menkes Beberkan Tahapan Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Indonesia

Selain itu, Menkes menyarankan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 namun tidak memiliki gejala untuk dapat melakukan isolasi mandiri.

“Kalau misalnya Bapak-Ibu tidak demam dan tidak sesak napas itu masih bisa dilakukan isolasi mandiri. Kalau Bapak-Ibu punya rumah sendiri, punya kamar sendiri lakukan di rumah dan kamar,” ujarnya.

“Kalau Bapak-Ibu tidak punya (tempat isolasi) atau terlalu sesak rumahnya, kami nanti akan mengimbau seluruh gubernur, kepala daerah agar membuat tempat-tempat isolasi, seperti Wisma Atlet, Wisma Haji, asrama dan lain sebagainya. Atau mungkin hotel-hotel juga baik, mumpung sekalian bisa dipakai dan makanannya juga sudah ada fasilitasnya,” sambungnya.

Lihat Juga: Menkes Sebut 4 Tantangan Pembangunan Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Kemenkes, membeberkan, akan membenahi mekanisme untuk terus dapat memonitor pasien yang melakukan isolasi mandiri tersebut.

“Tetap dimonitor oleh dokter-dokter, baik melalui telepon langsung maupun telemedicine. Itu untuk mengurangi beban ke rumah sakit, biarkan teman-teman kita, saudara kita yang (bergejala) berat itu yang di-handle di sana,” pungkasnya.

  • Bagikan