Harga Kedelai Naik, Kementan Bakal Genjot Produksi Lokal Tahun Ini

  • Bagikan
Harga Kedelai Naik, Kementan Bakal Genjot Produksi Lokal Tahun Ini
Harga Kedelai Naik, Kementan Bakal Genjot Produksi Lokal Tahun Ini

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Sebagai respons terhadap mahalnya kedelai impor. Kementerian Pertanian (Kementan) kali ini bakal fokus melipatgandakan produksi kedelai lokal di tahun 2021.

Pasokan kedelai dalam negeri memang sebagian besar berasal dari impor, kontribusi kedelai lokal masih rendah. Sehingga gejolak harga kedelai di pasar global sangat mempengaruhi harga di dalam negeri.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masalah mahalnya kedelai yang ada saat ini akibat kontraksi global. Menyikapi itu, program untuk menggenjot produksi kedelai lokal pun telah disiapkan dan implementasi di lapangan dilakukan dalam 200 hari.

“Kami sikapinya dengan siapkan langkah kongkret mendorong petani tingkatkan produksi. Program aksi nyatanya kami susun, tapi bagi kami yang terpenting bagaimana dapat diimplementasikan di lapangan. Ini yang kami pastikan,” ujarnya dalam keterangan resminya, seperti dilansir dari KOMPAS.com, Selasa (5/1/2021).

Menurut dia, program kongkret dilakukan dengan perluasan areal tanam dan meningkatkan pelibatan integrator, pengembang kedelai, unit-unit kerja Kementan dan pemerintah daerah.

“Kami bergerak cepat, sehingga produksi kedelai dalam negeri meningkat,” kata Syahrul.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menambahkan, langkah nyata yang dilakukan Kementan guna dorong produksi kedelai di tahun ini, diantaranya percepatan budidaya di klaster-klaster dengan integrator.

Pada 2021 Kementan telah menyiapkan bantuan pengembangan kedelai di Provinsi Sulawesi Utara seluas 9.000 hektar, Sulawesi Barat 30.000 hektar, dan Sulawesi Selatan 9.000 hektar.

“Ini dengan dukungan KUR (kredit usaha rakyat) dan akses kepada offtaker,” kata Suwandi.

Menurut Suwandi, hal yang juga penting adalah bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian untuk meningkatkan produktivitas panen kedelai.

Saat ini rata-rata produktivitas kedelai mencapai 1,5 ton per hektar, sehingga harus ditingkatkan menjadi 2 ton per hektar melalui riset benih unggul dan teknologi budidaya.

“Perlu juga pengendalian impor melalui kebijakan dari non lartas menjadi lartas dan mewajibkan setiap importir kedelai bermitra dengan petani sekaligus menyerap produksi kedelai lokal dengan harga yang ditetapkan,” pungkasnya.


Sumber: KOMPAS.com

  • Bagikan