KPK: Penyidikan Kasus Edhy Prabowo Tetap Berjalan Meski Salah Satu Saksi Meninggal

  • Bagikan
Penyidikan Kasus Edhy Prabowo Tetap Berjalan Meski Salah Satu Saksi Meninggal
Penyidikan Kasus Edhy Prabowo Tetap Berjalan Meski Salah Satu Saksi Meninggal

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri menyatakan penyidikan kasus dugaan korupsi izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo tak terganggu meskipun salah satu saksi meninggal dunia.

Ali mengklaim proses penyidikan perkara tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan kawan-kawan tidak terganggu dan sejauh ini masih berjalan.

“Masih terdapat banyak saksi dan alat bukti lain untuk memperkuat dugaan korupsi Edhy dan para tersangka,” ungkap Ali Fikri, dalam keterangannya, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (4/1).

Lihat Juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Edhy Prabowo dan 4 lainnya, Masin-masing 40 Hari

Diketahui, saksi yang meninggal itu adalah Deden Deni, Direktur PT Perishable Logistics Indonesia (PLI).

Ali tak menjelaskan penyebab meninggalnya saksi tersebut. Ia hanya bilang Deden meninggal beberapa hari yang lalu.

“Informasi yang kami terima yang bersangkutan meninggal sekitar tanggal 31 Desember yang lalu,” ujarnya.

Lihat Juga: KPK Periksa Saksi Aliran Suap Menteri Edhy Prabowo

Sebelumnya, KPK telah mengirim surat ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM perihal larangan bepergian ke luar negeri untuk Deden dan tiga orang saksi lainnya.

Selain Deden, mereka yang dicegah adalah istri Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo sekaligus anggota DPR RI, Iis Rosita Dewi; serta dua pihak swasta bernama Neti Herawati dan Dipo Tjahjo P.

Lihat Juga: Edhy Prabowo Resmi Tanda Tangani Pengunduran Dirinya Sebagai KKP

Dalam perkara ini, lembaga antirasuah tersebut menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, enam diduga penerima suap dan satu orang lainnya sebagai pemberi.

Mereka antara lain, Edhy Prabowo; stafsus Menteri KKP, Safri dan Andreau Pribadi Misata; Pengurus PT Aero Citra Kargo Iswadi; staf istri Menteri KKP, Ainul Faqih; dan Amiril Mukminin pihak swasta selaku penerima. Satu tersangka lainnya selaku pemberi suap adalah Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito.


Sc: CNNIndonesia

  • Bagikan