Resmikan Gereja Oikumene Rutan Makassar, Kakanwil: Penanaman Nilai Religius Terhadap Warga Binaan Sangat Penting

  • Bagikan
Resmikan Gereja Oikumene Rutan Makassar, Kakanwil Penanaman Nilai Religius Terhadap Warga Binaan Sangat Penting
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto Resmikan Gereja Oikumene Rutan Kelas I Makassar, Jumat, 25 Desember 2020. (hum)

MAKASSAR, RAKYATNEWS.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto Resmikan Gereja Oikumene Rutan Kelas I Makassar, yang bertepatan dengan Hari Natal pada Jumat, 25 Desember 2020.

Kakanwil dalam sambutannya mengatakan pembangunan Gereja ini sebagai bentuk layanan kepada warga binaan yang beragama nasrani. Juga sebagai bentuk toleransi terhadap umat yang beragama.

“Tujuannya dibangun untuk memberikan ketaatan dan semangat beribadah bagi umat nasrani sehingga memberikan dampak positif bagi para warga binaan yang saat ini d menjalani masa hukumnya,” Katanya.

Lihat Juga: Dharma Wanita Kemenkumham Sulsel Ikuti Webinar Bersama Ketua DWP Ditjen Pemasyarakatan

Menurutnya, penanaman nilai-nilai religius terhadap warga binaan memang sangat perlu, sehingga ketika ia pada saat bebas, ia dapat kembali diterima oleh masyarakat.

“Pembangunan gereja ini patut kita apresiasi. Di bulan April lalu, saya hadir dalam peletakan batu pertama dan syukurlah saat ini dapat digunakan dalam rangka menyambut natal. Apresiasi juga kepada persatuan gereja di Makassar yang telah berkontribusi besar terhadap pembangunan gereja ini,” Ungkap Harun.

Lihat Juga: Satgas Kamtib Kanwil Kemenkumham Sulsel Sidak Tiga Lapas/Rutan, Ada Apa?

Sementara itu, Pendeta Jacob yang merupakan Perwakilan dari Kementerian Agama Sulsel mengatakan bahwa adanya gereja inu merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak-hak warga binaan sehingga dengan adanya gereja di Rutan Makassar dapat menjadi contoh bagi Satuan Kerja lainnya.

Kepala Rutan Makassar, Sulistyadi menyampaikan rasa syukurnya karena dengan adanya gereja ini, hak-hak warga binaannya dapat terpenuhi dengan baik. “Pembangunannya memang cukup lama karena kami mengalamni beberapa hambatan. Namun, berkat bantuan dari beberapa pendeta dan persatuan gereja di Makassar, gereja ini dapat digunakan bertepatan dengan hari natal 2020,” Ujar Sulis. (hum)

  • Bagikan