Kenali Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal, Berikut Penjelasan dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
Kenali Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal, Berikut Penjelasan dan Cara Mengatasinya
Kenali Jenis Keputihan Normal dan Tidak Normal, Berikut Penjelasan dan Cara Mengatasinya

RN – Wanita wajib mengetahui jenis keputihan normal dan tidak normal yang kerap menyerang pada vagina. Keputihan adalah cairan atau lendir vagina yang dihasilkan di luar masa haid.

Keluarnya cairan ini merupakan kondisi normal yang dapat dialami semua wanita. Keputihan berfungsi melembapkan dan membersihkan vagina sekaligus melindunginya dari infeksi.

Keputihan bisa memiliki tekstur atau warna berbeda. Kondisi ini umumnya tidak mengkhawatirkan. Akan tetapi, ada beberapa jenis keputihan patut diwaspadai karena bisa menandakan adanya infeksi atau peradangan.

Berikut penjelasan jenis keputihan normal dan keputihan abnormal atau berbahaya yang menjadi gejala penyakit tertentu.

  • Jenis keputihan normal

Jenis keputihan normal biasanya tidak berbau tajam dan memiliki warna putih atau bening. Teksturnya tebal, lengket (berlendir), licin, dan basah. Banyaknya volume keputihan bisa bervariasi.

Biasanya keputihan menjadi lebih deras saat masa kehamilan atau menggunakan alat kontrasepsi. Cairan keputihan juga bisa keluar lebih banyak pada masa ovulasi dan ketika Anda aktif secara seksual.

  • Jenis keputihan abnormal/tidak normal

Ada beberapa jenis keputihan abnormal yang harus diwaspadai. Jenis keputihan tidak normal biasanya menandakan adanya infeksi atau peradangan di area kewanitaan.

Berikut adalah sejumlah karakteristik dari keputihan yang tidak normal.

1. Keputihan berbau amis

Jenis keputihan berbau amis biasanya merupakan gejala keputihan karena infeksi vaginosis bakterialis. Infeksi ini bukan merupakan jenis penyakit menular seksual (PMS). Namun, wanita yang terjangkit vaginosis bakterialis memiliki risiko lebih tinggi terkena PMS, misalnya klamidia.

Aroma tidak sedap akibat vaginosis bakterialis biasanya tercium lebih kuat setelah melakukan hubungan seksual. Selain itu, keputihan juga dapat berubah warna putih keabuan, lebih tipis, dan lebih cair.

Keputihan jenis ini juga tidak disertai rasa nyeri dan gatal. Meski demikian, sekitar 50 persen wanita yang terinfeksi masalah ini tidak memiliki gejala.

2. Keputihan menggumpal

Jenis keputihan yang tebal, putih, dan menggumpal dapat menandakan adanya infeksi jamur. Kondisi ini biasanya tidak memiliki aroma menyengat, tapi dapat menimbulkan gatal dan iritasi di area vagina.

Selain itu, penderitanya juga dapat merasa nyeri dan perih hingga nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual.

3. Keputihan berwarna kehijauan, kuning, atau berbuih

Jenis keputihan berwarna putih hingga keabuan, kuning, atau kehijauan dapat menandakan adanya infeksi parasit trikomoniasis vaginalis. Trikomoniasis termasuk penyakit menular seksual dan bisa berkembang tanpa adanya gejala.

Gejala trikomoniasis sering kali memiliki kemiripan dengan penyakit menular seksual lainnya. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Gejala lain yang mungkin muncul pada jenis keputihan akibat infeksi trikomoniasis adalah:

  • Berbuih
  • Lebih deras dari biasanya
  • Dapat berbau amis
  • Terdapat pembengkakan dan gatal di sekitar vagina hingga bagian paha dalam
  • Terasa sakit dan tidak nyaman saat berkemih atau berhubungan seksual.

4. Keputihan disertai rasa sakit di area panggul dan pendarahan

Keputihan yang diiringi nyeri di area panggul atau pendarahan, dapat mengindikasikan adanya infeksi klamidia atau penyakit gonore (kencing nanah). Klamidia dan gonore merupakan infeksi menular seksual akibat bakteri.

Kedua penyakit ini dapat menimbulkan gejala keputihan berwarna kuning atau kehijauan, berbau tidak sedap, sakit saat buang air kecil, dan pendarahan di luar masa haid atau setelah berhubungan seksual.

5. Keputihan disertai lepuhan dan rasa nyeri

Jenis keputihan yang disertai adanya luka lepuh dan rasa nyeri, dapat menandakan gejala herpes genital. Herpes genital adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dan salah satu jenis PMS. Gejala lain dari herpes genital adalah:

  • Bisul kecil kemerahan di sekitar kelamin, anus, paha, atau bokong
  • Rasa gatal, geli dan panas di sekitar kelamin
  • Rasa sakit saat berkemih
  • Keputihan yang tidak biasa
  • Berikut cara mengatasi keputihan
  • Keputihan normal merupakan kondisi wajar yang tidak bisa dicegah dan tidak mengganggu kesehatan. Sementara itu, jenis keputihan abnormal karena infeksi harus ditangani oleh dokter sesuai dengan penyebabnya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan area vagina dan mencegah terjadinya keputihan karena infeksi.

  • Selalu menjaga kebersihan area kewanitaan.
  • Mengganti celana dalam secara rutin.
  • Menggunakan air dan sabun berbahan ringan untuk membersihkan vagina secara lembut.
  • Jangan menggunakan sabun atau gel mengandung parfum.
  • Jangan menggunakan tisu pembersih kewanitaan yang beraroma.
  • Jangan menggunakan vaginal douche.
  • Keringkan area vagina setelah berkemih atau buang air besar.
  • Bersih dan keringkan area vagina dari arah depan ke belakang.
  • Menggunakan celana dalam berbahan katun dan tidak ketat.

Sumber: sehatq

  • Bagikan