7 Komplikasi Gagal Jantung yang Harus Diwaspadai

  • Bagikan
7 Komplikasi Gagal Jantung yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi 7 komplikasi gagal jantung yang harus diwaspadai (pexels/Puwadon Sang-ngern)

RN – Gagal jantung kongestif terjadi ketika jantung sulit memompa darah ke seluruh tubuh sebagaimana mestinya. Kondisi ini membuat jantung menjadi membesar, memompa lebih cepat, dan menjadi lemah karena bekerja lebih keras. Jika dibiarkan, gagal jantung dapat memicu komplikasi seperti kerusakan pada organ ginjal dan hati.

Berikut 7 komplikasi gagal jantung yang harus diwaspadai

1. Irama jantung tidak normal

Salah satu komplikasi gagal jantung adalah atrial fibrilasi atau irama jantung yang tidak normal. Komplikasi ini terjadi karena gagal jantung membuat jantung menjadi lemah dan bagian serambi menjadi sulit untuk berkontraksi tepat pada waktunya.

Detak jantung yang tak beraturan di atas dapat membuat gagal jantung menjadi memburuk dan memicu palpitasi (detak jantung menjadi kencang). Kondisi tersebut juga berisiko menimbulkan gumpalan darah yang bisa berpindah ke otak dan memicu stroke.

2. Kerusakan pada katup jantung

Jantung memiliki empat buah katup yang membuka dan menutup untuk menjaga aliran masuk dan keluar darah pada kondisi normal. Gagal jantung membuat organ ini bekerja lebih keras untuk memompa darah dan menimbulkan perubahan ukuran. Perubahan ukuran jantung dapat menimbulkan kerusakan pada katup jantung.

3. Gagal atau kerusakan pada ginjal

Komplikasi gagal jantung lainnya adalah gagal ginjal. Seperti organ lain, ginjal membutuhkan suplai darah agar bisa bekerja dengan normal. Tanpa darah yang cukup, ginjal akan sulit menyingkirkan “sampah” yang ada di darah. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa gagal ginjal.

Penyakit pada ginjal juga dapat memperburuk gagal jantung yang dialami penderitanya. Pasalnya, ginjal yang rusak tidak dapat menyingkirkan kelebihan air dari darah dengan normal. Kondisi ini kemudian memicu penumpukan air di dalam tubuh yang kemudian akan menaikkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi dapat menambah masalah baru pada jantung.

4. Kerusakan pada organ hati

Hati turut menjadi organ yang menjadi sasaran komplikasi gagal jantung. Gagal jantung dapat memicu penumpukan cairan yang kemudian meningkatkan tekanan pada pembuluh vena porta. Pembuluh vena porta berfungsi untuk mengalirkan darah dari sistem pencernaan menuju organ hati.

Tekanan pada pembuluh vena di atas akan menimbulkan terbentuknya jaringan parut (luka) pada organ hati dan mengganggu aktivitas organ ini yang vital bagi tubuh.

5. Kerusakan pada paru-paru

Komplikasi gagal jantung juga bisa menimpa paru-paru. Gagal jantung membuat jantung sulit untuk mengalirkan darah dari paru-paru untuk keluar. Darah kemudian dapat menumpuk di paru-paru, meningkatkan tekanan pada pembuluh vena di organ pernapasan ini, dan mendorong cairan masuk ke kantung udara atau alveolus.

Penumpukan cairan di dalam paru-paru di atas membuat penderita gagal jantung menjadi sulit bernapas. Kondisi ini disebut dengan edema paru dan berisiko fatal jika tak ditangani dengan segera.

6. Anemia

Anemia juga dapat menjadi komplikasi gagal jantung. Seperti yang disampaikan di atas, gagal jantung memicu kerusakan pada ginjal. Padahal, ginjal berfungsi vital dalam produksi hormon protein yang disebut eritropoietin (EPO).

EPO berperan penting dalam produksi sel darah merah yang baru dan sehat. Dengan terjadinya gagal jantung dan kerusakan ginjal, produksi EPO pun terganggu yang kemudian juga menghambat produksi sel darah merah.

7. Penurunan berat badan dan massa otot yang ekstrem

Komplikasi gagal jantung yang juga bisa dialami penderitanya adalah penurunan massa otot dan berat badan yang ekstrem. Gagal jantung dapat mengganggu metabolisme lemak dan berpengaruh terhadap otot. Pada kondisi gagal jantung yang berat, berat badan dapat turun dengan signifikan dan otot melemah dan mengecil.

Lalu bagaimana cara mengetahui tanda-tanda gejala gagal jantung?

Komplikasi gagal jantung dapat berbahaya sehingga gejala penyakit ini harus bisa dipahami dengan baik. Beberapa gejala gagal jantung, termasuk:

  • Sesak napas (dispnea) saat beraktivitas maupun saat beristirahat
  • Tubuh lelah dan lemah
  • Pembengkakan (edema) di tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
  • Detak jantung menjadi cepat atau tidak teratur
  • Berkurangnya kemampuan untuk berolahraga
  • Batuk terus-menerus atau mengi dengan dahak berwarna putih atau merah muda
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari
  • Pembengkakan perut (asites)
  • Pertambahan berat badan yang sangat cepat akibat penumpukan cairan
  • Kurang nafsu makan dan merasa mual
  • Kesulitan untuk berkonsentrasi
  • Sesak napas parah yang tiba-tiba dengan batuk dahak berbusa berwarna merah muda
  • Nyeri di dada, yang bisa terjadi jika gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung

Apabila Anda merasakan gejala gagal jantung di atas, Anda harus segera mencari bantuan dokter. Tanda Anda harus mencari bantuan gawat darurat, yaitu:

  • Merasakan nyeri dada
  • Mengalami pingsan atau mungkin tubuh terasa sangat lemah
  • Detak jantung terasa cepat atau tidak teratur yang mungkin diiringi dengan dengan sesak napas, nyeri dada, atau pingsan
  • Mengalami sesak napas yang tiba-tiba
  • Batuk mengeluarkan dahak berbusa berwarna merah muda

Sc: sehatq

  • Bagikan