Kemendikbud: Bantuan Kuota Internet dari 35,5 Juta Siswa hingga Dosen Sudah Terima

  • Bagikan
Kemendikbud: Bantuan Kuota Internet dari 35,5 Juta Siswa hingga Dosen Sudah Terima
Kemendikbud: Bantuan Kuota Internet dari 35,5 Juta Siswa hingga Dosen Sudah Terima (pixabay.com-Pixelkult)

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ainun Na’im menyatakan, hingga Oktober 2020, sebanyak 35,5 juta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen telah menerima bantuan kuota internet.

Bantuan kuota internet gratis ini merupakan program Kemendikbud dengan total anggaran Rp 7,2 triliun yang dibagikan mulai September hingga Desember 2020.

“Sampai dengan Oktober, sebanyak 35,5 juta siswa, guru, mahasiswa, dan dosen telah menerima bantuan kuota internet,” kata Ainun dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, seperti dikutip dari KOMPAS.com, Senin (16/11/2020).

Bantuan telah diberikan untuk 29.647.160 siswa, 1.909.780 guru, 3.874.085 mahasiwa, dan 166.267 dosen yang tersebar di 34 provinsi.

Selain bantuan kuota internet, Kemendikbud memberikan modul pembelajaran dalam bentuk fisik dan nonfisik ke daerah-daerah yang tidak memiliki infrastruktur teknologi informasi yang memadai.

Ada pula program pendampingan peserta didik selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan bekerja bersama lembaga dan organisasi masyarakat dan perguruan tinggi.

“Untuk daerah-daerah yang tidak punya infrastruktur komunikasi yang baik, kementerian mengirimkan modul pembelajaran dalam bentuk buku, flashdisk, dan DVD. Kementerian juga menyiapkan modul dalam bentuk digital yang dapat diakses dinas pendidikan dan LPMP untuk dicetak dan dibagikan kepada peserta didik,” ucap Ainun.

Mendikbud Nadiem Makarim dalam kesempatan itu mengatakan, bantuan kuota internet gratis mendapatkan respons positif dari banyak pihak.

Namun, dia pun mengakui bahwa bantuan kuota internet itu tidak jadi solusi tunggal dalam pelaksanaan PJJ.

Menurut dia, infrastruktur jaringan internet yang belum merata masih menjadi isu.

Selain itu, banyak siswa yang tidak memiliki gawai karena kondisi ekonomi keluarga.

“Ini (program bantuan kuota internet) salah satu yang paling membantu dan dirasakan, tetapi isunya tergantung pada area, kendalanya berbeda-beda,” tutur Nadiem.

Karena itu, Nadiem mengatakan Kemendikbud bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika akan terus berkoordinasi untuk memastikan ketersediaan jaringan internet yang merata di seluruh daerah dalam dua tahun mendatang.

Kemendikbud sudah menggagas program pengadaan alat-alat penunjang belajar seperti laptop di sekolah-sekolah.

“Inilah alasan kenapa digitalisasi sekolah dengan penyediaan gawai dalam bentuk laptop sangat penting. Walaupun PJJ sudah tidak ada, tapi banyak anak-anak kita atau keluarga yang tidak mampu memiliki gawai, penyediaan laptop dan alat-alat TIK jadi salah satu priroritas utama di 2021,” kata dia.


SC: KOMPAS.com

  • Bagikan