Harga Jual Emas Antam Mandek di Rp985 Ribu

  • Bagikan
Harga jual emas, Antam
Foto Ilustrasi Harga jual emas (pixabay.com/hamiltonleen)

JAKARTA, RAKYATNEWS.ID – Harga jual emas PT Aneka Tambang (Antam) Persero Tbk atau Antam berada di posisi Rp985 ribu per gram pada Senin (16/11) pagi. Posisi ini menetap dari perdagangan sebelumnya.

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) yang tidak bergerak di harga Rp864 ribu per gram pada hari ini.

Dilansir dari CNN Indonesia, Senin (16/11) Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp542 ribu, 2 gram Rp1,91 juta, 3 gram Rp2,84 juta, 5 gram Rp4,7 juta, 10 gram Rp9,34 juta, 25 gram Rp23,23 juta, dan 50 gram Rp46,39 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp92,71 juta, 250 gram Rp231,51 juta, 500 gram Rp462,82 juta, dan 1 kilogram Rp925,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.895,7 per troy ons atau naik 0,50 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot menguat 0,38 persen ke US$1.896,41 per troy ons pada pagi ini.

Analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengatakan harga emas berpeluang menguat ditopang kenaikan kasus positif covid-19 di sejumlah negara. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran pelaku pasar sehingga mereka mengalihkan investasinya kepada aset aman (safe haven) emas.

“Di sisi fundamental, kekhawatiran semakin meningkatnya kasus covid-19 global, terutama di AS dan Eropa,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com.

Selain itu, ia menilai optimisme pada vaksin covid-19 di pasar sudah mulai memudar, lantaran ketidakpastian kapan ketersediaan vaksin tersebut. Ia memperkirakan harga logam mulia bergerak di rentan US$1.885 hingga US$1.900 per troy ons hari ini.

Saat ini, efektivitas vaksin covid-19 paling tinggi berasal dari perusahaan farmasi AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech yang diklaim mencapai 90 persen. Namun, belum dapat dipastikan kapan vaksin covid-19 tersebut bisa didistribusikan kepada publik.

Vaksin tersebut tengah menjalani uji klinis, di sejumlah negara meliputi Argentina, Brasil, Jerman, Afrika Selatan, Turki, dan AS. Uji klinis tersebut diprediksi selesai pada 11 Desember 2020, sedangkan studi utama direncanakan selesai pada 13 Juni 2021.


SC: CNNIndonesia.com

  • Bagikan