Dinas Kebudayaan Gelar FGD Majukan Budaya Kota Makassar

  • Bagikan
Dinas kebudayaan
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar mengelar Forum Group Discussion (FGD), di Ruang Rapat Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Jumat (13/11).

MAKASSAR, RAKYATNEWS.ID – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar mengelar Forum Group Discussion (FGD) penyusunan blue print Kemajuan kebudayaan. Dengan tema Penguatan literasi budaya melalui transformasi budaya di Kota Makassar, untuk memajukan kebudayaan nasional di Indonesia.

Disbud sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang terbentuk berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2016. Pihaknya mempunyai tugas dan tanggung jawab membantu Wali Kota Makassar melaksanakan urusan pemerintahan bidang kebudayaan.

“Mengelola kebudayaan masyarakat dalam wilayah Kota Makassar,” ungkap, Plt Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar, Taufik Rahman, saat kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Jumat (13/11).

“Melestarikan tradisi masyarakat yang penganutnya wilayah Kota Makassar, membina lembaga adat kesenian masyarakat, sejarah lokal Kota Makassar, meregistrasi, mengelola, mengawasi dan melestarikan cagar budaya dan mengelola Museum,” sambungnya, Taufik Rahman.

Menurutnya, Disbud memerlukan kompas atau barometer dalam mencapai tujuan dan strategi dalam Pemkot Makassar. Olehnya, dibutuhkan blue print kebudayaan Kota Makassar.

Ia berharap agar ini bisa dijadikan sebagai panduan atau barometer dalam melaksanakan kegiatan sehingga memerlukan kesesuaian dengan tuntutan, tantangan dan kebutuhan. DiKarenakan di dalam cetak biru terdapat suatu kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan.

“Meliputi penetapan tujuan dan sasaran, penyusunan strategi, pelaksanaan program dan fokus kegiatan dan langkah-langkah atau implementasi yang harus dilaksanakan oleh setiap unit di lingkungan kerja,” urainya.

Dalam menyusun kerangka kerja yang terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan kebudayaan Kota Makassar dibutuhkan pemikiran dan masukan. Serta saran dari para ahli, akademisi, budayawan, seniman pemerhati budaya, sejarahwan dan masyarakat pelaku budaya.

“Diharapkan dari kegiatan FGD ini, kita memperoleh interaksi data informasi tentang kebudayaan khususnya kebudayaan Kota Makassar,” harapnya. (*)

  • Bagikan